Berita

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg/Net

Dunia

Di Tengah Ketegangan Rusia-NATO, Stoltenberg Incar Finlandia dan Swedia untuk Bergabung dengan Aliansi

JUMAT, 14 JANUARI 2022 | 11:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setiap negara memiliki hak untuk bergabung menjadi bagian dari NATO. Begitu juga dengan Finlandia dan Swedia.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada konferensi pers di Brussels, Kamis (13/1), mengatakan bahwa NATO akan menyambut baik dua negara itu, bahkan jika keduanya mengajukan diri maka NATO tidak akan menunggu lama lagi untuk memutuskan menerima dengan tangan terbuka.

Aksesi Swedia dan Finlandia ke NATO bisa berjalan sangat cepat, katanya.


“Finlandia dan Swedia adalah mitra yang sangat dekat. Mereka adalah mitra dengan peluang yang baik. Kami telah bekerja sama dengan mereka. Mereka telah terorganisir dengan sangat baik dan memiliki lembaga pertahanan dan keamanan yang diatur dengan baik," kata Stoltenberg, seperti dikutip dari TASS.

Kedua negara itu telah menjalin kedekatan dengan NATO dalam semua aspek dan tentu saja telah memenuhi standar NATO.

Finlandia dan Swedia adalah negara anggota UE, tetapi mereka mempertahankan status netral secara militer dan belum bergabung dengan NATO. Selain itu, mereka adalah mitra terdekat Aliansi Atlantik Utara, angkatan bersenjata mereka memenuhi standar NATO serta protokol kontrol dan komunikasi mereka.

Stoltenberg mengatakan, meskipun prosesnya bisa sangat cepat, tetapi semua kembali lagi kepada keputusan masing-masing mengingat semuanya akan memiliki konsekwensi politik, terutama di antara 30 negara sekutu lainnya.

Pernyataan Stoltenberg menjawab pandangan beberapa pohak yang mengatakan bahwa Finlandia dan Swedia tidak memiliki jalur cepat untuk bergabung dengan NATO. Jika mereka mengajukan keanggotaan, mereka harus dapat menunjukkan bahwa mereka dapat memenuhi prasyarat politik, militer, hukum, sumber daya dan keamanan NATO, atau setidaknya memiliki rencana untuk mengatasi kekurangan yang nyata.

Finlandia dan Swedia dapat bergabung dengan Aliansi hanya dengan mengikuti prosedur yang biasa. Ini berarti mereka harus memenuhi prasyarat politik, militer, hukum, sumber daya dan keamanan NATO, atau setidaknya memiliki rencana untuk mengatasi kekurangan yang jelas.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya