Berita

Koordinator Divisi Hukum Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG), Firman Mulyadi/Ist

Politik

Semprot Bahlil, Badan Saksi Golkar: Mundurkan Pemilu Langgar Konstitusi dan Sumbat Regenerasi Kepemimpinan

JUMAT, 14 JANUARI 2022 | 09:29 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Wacana penundaan pemilu dan menambah masa jabatan presiden yang kembali dimunculkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia berdalih keinginan pengusaha sama saja melanggar konstitusi.

Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) menyebut, wacana tersebut bertentangan dengan Pasal 7 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih sekali lagi pada jabatan yang sama.

Sementara, Pasal 6A UUD 1945 juga menegaskan Presiden dan Wakil Presiden dipilih rakyat secara berpasangan melalui pemilihan umum.


"Lalu, Pasal 22E UUD 1945 menegaskan pemilihan umum harus dilaksanakan setiap lima tahun," urai Koordinator Divisi Hukum BSNPG, Firman Mulyadi, Jumat (14/1).

Selain berpotensi melanggar konstitusi, wacana pemilu diundur ke tahun 2027 akan menghambat proses regenerasi kepemimpinan nasional.

"Saya yakin Presiden Jokowi tidak menginginkan pemilu diundur. Sehingga, Badan Saksi Nasional Partai Golkar menolak wacana pemilu diundur hingga 2027," tegasnya.

Selain menghambat regenerasi kepemimpinan nasional, pemilu diundur sampai 2027 juga berpotensi merusak sistem hukum ketatanegaraan dan sistem demokrasi yang sudah dibangun.

"Selain perpanjangan masa jabatan presiden, maka harus ada juga perpanjangan jabatan anggota DPR RI, MPR RI, DPD RI, serta kemeterian atau lembaga dan jabatan-jabatan lainnya, ini yang berpotensi merusak sistem yang sudah ada," tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya