Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri/Net

Politik

Nama Listyo Sigit dan Firli Bahuri Layak Diperhitungkan dalam Pilpres 2024

JUMAT, 14 JANUARI 2022 | 09:19 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dua nama tokoh Polri ini layak untuk turut diperhitungkan dalam Pilpres 2024 mendatang. Hal itu karena mereka masih memiliki saluran politik yang bisa dikapitalisasi untuk kepentingan elektoral.

Keduanya adalah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.

Peneliti senior dari Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata menilai bahwa Kapolri Listyo Sigit Prabowo patut diperhitungkan karena memiliki peluang hingga masa pensiunnya di 2027.


"Dengan jabatan yang ia emban, bukan sesuatu yang mustahil ia bisa masuk laga. Kinerjanya akan mudah ia konversi menjadi elektoral,” ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Jumat (14/1).

Tidak cukup sampai di situ, Jenderal Sigit juga memiliki peluang lebih besar jika berhasil memanfaatkan kedekatannya dengan Presiden Jokowi.

“Apalagi dia memegang password yang tidak dimiliki oleh kandidat lainnya, yakni sebagai mantan ajudan Joko Widodo," sambung Dian Permata.

Sementara Firli Bahuri, sambungnya, masih bisa menjaga peluang untuk tampil di 2024 karena masa bakti baru akan berakhir tahun 2023.

“Asalkan performa dia sebagai KPK bisa dipertahankan, maka dia dapat meraup simpati publik," tegasnya

Salah satu cara dalam meningkatkan performa adalah dengan menggencarkan pemberantasan korupsi. Hanya saja, jika tangkapan itu berlebih, maka akan ada juga efek samping dari para partai.

"Mau tidak mau, ia akan head to head dengan partai politik. Terutama dari partai yang kadernya banyak tertangkap. Partai dipastikan tidak suka penangkapan kader-kader mereka,” jelas Dian.

“Firli dipastikan dilema. Di satu sisi mendapat simpati publik. Di sisi lain mendapatkan resistensi dari partai politik,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya