Berita

Laut China Selatan/Net

Dunia

Pengamat: Laporan AS Soal Laut China Selatan Membantu ASEAN Menekan China

JUMAT, 14 JANUARI 2022 | 08:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Laporan terbaru dari studi yang dilakukan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) yang menegaskan klaim China di Laut China Selatan telah melanggar hukum, dapat dijadikan alat oleh ASEAN.

Laporan setebal 47 halaman itu memaparkan secara komprehensif bahwa klaim Beijing di Laut China Selatan tidak konsisten dengan hukum internasional, baik secara geografis maupun historis.

Misalnya, dikatakan bahwa China mengklaim kedaulatan atas lebih dari 100 fitur yang berada di bawah air saat air pasang, yang berarti tidak ada dalam aturan. Lantaran fitur yang menghilang selama air pasang tidak dapat dihitung.


"Efek keseluruhan dari klaim maritim ini adalah bahwa RRC secara tidak sah mengklaim kedaulatan atau beberapa bentuk yurisdiksi eksklusif atas sebagian besar Laut China Selatan," tulis laporan tersebut.

Pakar keamanan maritim dari S. Rajaratnam School of International Studies, Collin Koh mengatakan laporan itu adalah langkah terbaru dalam pendekatan AS menghadapi China di Laut China Selatan. Jika selama pemerintahan Donald Trump lebih menekankan militer, saat ini AS lebih pendekatan politik dan hukum.

Koh menyoroti, kemunculan laporan ini tepat di tengah macetnya negosiasi untuk kode etik di Laut China Selatan antara ASEAN dan China. Ia menyebut, Washington tampaknya berusaha mempengaruhi pembicaraan.

"Negara-negara ASEAN akan melihat laporan ini dengan penuh minat. Materi-materi yang diabadikan dalam laporan tersebut akan sangat berguna dalam membantu lebih memperkuat posisi pihak Asean dalam negosiasi dengan China," ujarnya, seperti dikutip The Straits Times.

Pakar hubungan internasional Shi Yinhong dari Universitas Renmin mengatakan penelitian itu kemungkinan akan mendorong negara-negara ASEAN yang memiliki klaim tumpang tindih dengan China untuk menentang Beijing.

"Dengan posisi AS yang begitu sulit, negara-negara seperti Vietnam, Malaysia, Indonesia akan merasakan kepastian," kata Prof Shi.

Klaim ekspansif China di Laut China Selatan disengketakan oleh Brunei, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Meski Indonesia bukanlah negara pengklaim di Laut China Selatan, tetapi sedang dalam sengketa dengan China atas penguasaan pulau-pulau Natuna.

Sementara itu, jurubicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin juga telah memberikan komentar terkait laporan AS, dengan menyebutnya menyesatkan dan mendistorsi hukum internasional.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya