Berita

Wasekjen PB PMII Bidang Politik, Hukum dan HAM Hasnu/RMOL

Politik

Harga Pupuk Cekik Petani, PB PMII Desak Kejagung Bongkar Dugaan Mafia Pupuk di Indonesia

JUMAT, 14 JANUARI 2022 | 04:18 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyoroti harga pupuk non subsidi yang kenaikannya mencapai 100 persen pada pekan pertama Januari 2022. Kenaikan itu dinilai mencekik petani Indonesia.

Wasekjen PB PMII Bidang Politik, Hukum dan HAM Hasnu mengatakan, kebijakan ini tentu akan menyebabkan kerugian bagi petani. Sebab, saat ini harga jual komoditas yang masih rendah di tingkat petani, dan di sisi lain kenaikan harga komoditas yang tidak normal di tingkat pasar.

Dijelaskan Hasnu, perkembangan tren kenaikan harga pupuk non-subsidi itu sudah berlangsung sejak Oktober 2021. Dari harga pupuk Rp 265 ribu sampai Rp 280 ribu per sak saat ini berlanjut pada Desember 2021 mencapai Rp 480 ribu dan di luar Jawa  mencapai Rp 600 ribu.


Melihat fakta-fakta tersebut, PB PMII mendesak pemerintah memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi aman. Dengan demikian akan meringankan beban petani yang terdampak tingginya harga pupuk non-subsidi.

"Di lain sisi, lonjakan harga pupuk nonsubsidi ini menyebabkan sejumlah masalah seperti terhambatnya produksi serta semakin tingginya harga komoditas pangan," demikian kata Hasnu Kamis (13/01).

PB PMII, dikatakan Hasnu juga meminta pemerintah segera menyiapkan langkah-langkah antisipasi potensi kelangkaan pupuk bersubsidi akibat meledaknya permintaan yang disebabkan lonjakan harga pupuk nonsubsidi dan permainan oknum mafia pupuk.

PB PMII, tambah Hasnu, meminta Kejaksaan Agung untuk memberi perhatian khusus terkait dugaan mafia pupuk di Indonesia.

"PB PMII mendesak Kejaksaan Agung agar membongkar dugaan mafia pupuk di Indonesia," terang Hasnu.

Secara khusus Hasnu mengusulkan pada Komisi IV DPR RI agar memanggil PT Pupuk Indonesia dan Kementan. Tujuannya, untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) untuk mengambil jalan keluar.

"PB PMII menyerukan kepada seluruh Pengurus Cabang dan PKC PMII se Indonesia agar mengawasi secara ketat terhadap harga pupuk di daerah masing-masing yang merugikan para petani," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya