Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Senator Republik Ajukan RUU Sanksi untuk Pejabat China yang Halangi Penyelidikan Asal-usul Covid-19

KAMIS, 13 JANUARI 2022 | 16:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua tahun berlalu, misteri asal-usul virus corona masih menjadi pusat perhatian anggota Parlemen Republik di Senat Amerika.

Pada Rabu (12/1) mereka mengajukan undang-undang untuk memberi sanksi kepada para pejabat China yang dianggap menghalangi penyelidikan independen tentang asal usul virus corona.

Undang-Undang Validasi, Investigasi, dan Penentuan Asal Virus Corona tahun 2022 yang diajukan oleh Senator Marco Rubio dan disponsori bersama oleh lebih dari selusin anggota Republik juga diajukan ke Kongres tahun lalu.


Ini memberi Beijing 90 hari setelah berlakunya undang-undang tersebut untuk memberikan tim ilmuwan internasional akses tak terbatas ke laboratorium di yang menjadi pusat episentrum Covid-19 pertama di China tengah, termasuk Institut Virologi Wuhan (WIV).

"Kami tahu virus itu berasal dari China, namun, upaya Partai Komunis China (PKC) untuk mengaburkan kebenaran telah menyebabkan kematian yang tak terhitung jumlahnya dan penderitaan yang tidak perlu di seluruh dunia. Jelas bahwa Beijing hanya akan menanggapi tekanan bersama dari Amerika Serikat dan komunitas internasional," kata Rubio dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Kamis (13/1).

Dalam op-ed di Washington Examiner, Rubio menulis "kerahasiaan dan penghalangan terang-terangan" dari hari-hari awal pandemi berarti asal virus masih menjadi misteri dua tahun kemudian—dan setelah hilangnya lebih dari 840.000 nyawa orang Amerika dan jutaan lainnya di seluruh dunia.

"Ini benar-benar tidak dapat diterima. Dunia berhak mengetahui kebenaran tentang COVID-19, dan pemerintah AS harus menghukum mereka yang menyembunyikan fakta," katanya.

Pada Februari 2021, lebih dari setahun setelah pandemi dimulai, tim ahli WHO dan China menyimpulkan bahwa SARS-CoV-2, virus penyebab COVID, tidak mungkin muncul sebagai akibat dari kecelakaan laboratorium.

Temuan tersebut menunjukkan asal-usul zoonosis menjadi penyebab virus, namun banyak pihak yang meragukan hasil penelitian itu.

Lima bulan kemudian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan fase kedua penyelidikan penelusuran asal mula virus.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan apa yang disebut hipotesis "kebocoran lab" telah dikesampingkan terlalu cepat. Dia kemudian meminta agar kembali dilakukan penyelidikan lingkungan di dalam dan sekitar Wuhan serta fasilitas seperti WIV.

China menolak proposal itu sepenuhnya, menggambarkan rencana itu sebagai sesuatu yang tidak mungkin dilakukan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya