Berita

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan pemimpin junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing/Net

Dunia

Kepada PM Hun Sen, PBB Minta ASEAN Ambil Langkah Inklusif Selesaikan Krisis Myanmar

KAMIS, 13 JANUARI 2022 | 15:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendesak ASEAN untuk menyelesaikan krisis Myanmar secara inklusif, melibatkan semua pihak yang terkait.

Utusan khusus Sekjen PBB Antonio Guterres untuk Myanmar, Noeleen Heyzer mengatakan pihaknya telah mengadakan pembicaraan virtual dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, yang saat ini menjabat sebagai Ketua ASEAN.

Lewat pernyataannya pada Kamis (13/1), Heyzer mengatakan pembicaraan dikhususnya pada upaya mencari langkah kolaboratif dalam bantuan kemanusiaan dan mengimplementasikan lima poin konsensus ASEAN.


"Utusan khusus menganjurkan langkah-langkah membangun kepercayaan yang melibatkan semua pemangku kepentingan, selain organisasi etnis bersenjata," kata pernyataan yang dikutip Reuters.

Pekan lalu, Hun Sen melakukan kunjungan ke Myanmar dan bertemu dengan pemimpin junta Jenderal Senior Min Aung Hlaing. Sejumlah pihak, terutama kelompok HAM khawatir langkah tersebut mengartikan legitimasi kudeta militer yang dilakukan junta pada 1 Februari tahun lalu.

Krisis di Myanmar terjadi sejak junta mengkudeta pemerintahan sipil terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi. Warga yang menolak kudeta melakukan aksi protes di seluruh negeri.

Setidaknya 1.400 warga sipil telah tewas, dan ribuan lainnya ditahan selama aksi protes.

Konflik tersebut telah menyebabkan perselisihan di dalam ASEAN tentang bagaimana menangani Myanmar.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya