Berita

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Habiburokhman/Net

Politik

Hukuman Herry Wiryawan, Habiburokhman: Predator Seks Harusnya Ditembak Kepalanya

KAMIS, 13 JANUARI 2022 | 14:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR RI menyesalkan sikap Komnas HAM yang tidak sepakat dengan hukuman mati untuk predator seksual terhadap anak. Sebab, predator seksual sangat layak untuk dihukum mati dan bila perlu ditembak kepalanya.

Begitu disampaikan Anggota Komisi III DPR RI fraksi Gerindra Habiburokhman kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/1).

"Kalau kasus Herry Wiryawan saya secara umum menolak hukuman mati, tapi untuk predator seksual apalagi terhadap anak ya saya setuju orangnya ditembak kepalanya, itu bajingan predator seperti memang harus hukuman mati," tegasnya.


"Saya melihat bukan persoalan setuju gak setuju Komnas HAM, tapi seolah Komnas HAM membabi buta ketika merespon kasus hukuman mati," imbuh Habiburokhman menegaskan.

Sebab menurut Habiburokhman, kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur itu sangat kejam. Perasaan korban hingga keluarga, harus dijadikan pertimbangan. 

"Bagaimana perasaan korban, perasaan anak-ank perasaan kelurga mendengar pernyataan Komnas HAM, ini kayak gak ada empatinya komnas HAM. Kita sangat menyayangkan, dan tadi kita kritisi," katanya.

"Komnas HAM itu sudahlah kalau dia tidak sepakat hukuman mati kan ada momennya menyampaikan, kayak kemarin ketika bahas KUHP sampaikan, dalam penjelasan RUU KUHP sudah jelas pelaksanaan hukuman mati masih dimungkinkan dlm kondisi tertentu, jadi tg dijaga perasaan para korban dan masyarakat yg rasa keadilannya terkoyak-koyak," demikian Habiburokhman.



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya