Berita

Uzbekistan hentikan ekspor gas alam/Net

Dunia

Belajar dari Kazakhstan, Uzbekistan Setop Ekspor Gas Agar Harga Dalam Negeri Tidak Naik

SELASA, 11 JANUARI 2022 | 08:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kerusuhan yang terjadi di Kazakhstan menjadi pelajaran tersendiri bagi tetangganya, Uzbekistan. Pemerintah Uzbekistan memutuskan untuk menyetop ekspor gas demi memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

"Ekspor gas telah benar-benar dihentikan, dan semua volume gas diarahkan ke konsumen domestik," ujar seorang sumber di Kementerian Energi, seperti dikutip Interfax.

Padahal pada November tahun lalu, pemerintah mengumumkan rencana untuk menaikkan harga listrik, gas, dan utilitas lainnya per 1 Januari. Namun 10 hari memasuki Januari, perubahan harga itu belum terwujud.


Dalam beberapa tahun terakhir, Uzbekistan menghadapi kekurangan gas, menimbulkan ketidakpuasan publik, meski tidak berujung pada aksi protes di jalanan.

Kendati begitu, kekacauan yang terjadi Kazakhstan tampaknya memicu kekhawatiran pemerintah Uzbekistan.

Di Kazakhstan, kekacauan yang menewaskan ratusan orang terjadi dipicu aksi protes besar-besaran untuk menolak harga gas LPG yang naik. Kerusuhan mendorong Rusia bersama CSTO mengirim pasukan perdamaian ke Kazakhstan.

Menurut data resmi pemerintah Uzbekistan, 47,1 miliar meter kubik gas diproduksi pada 2020, turun dari 57,4 miliar meter kubik pada 2019.

Hampir semua ekspor ditujukan ke China. Periode dari Januari hingga Oktober 2021, Uzbekistan mengekspor lebih dari 4 miliar meter kubik ke China, penjualan bernilai sedikit di atas 600 juta dolar AS.

Sebelum pandemi, Rusia membeli dalam jumlah yang sama, sebanyak 4,9 miliar meter kubik pada 2019, tetapi perdagangan itu berakhir pada awal 2020. Tajikistan dan Kirgistan juga membeli dalam jumlah kecil. Sebagian besar, sekitar 43-44 miliar meter kubik, diperuntukkan untuk kebutuhan domestik.

Pemerintah secara terbuka mengakui kekurangan di bidang penyediaan energi. Presiden Shavkat Mirziyoyev juga berulang kali membahas masalah tersebut.

Pada tahun 2020, kabinet mengumumkan ekspor gas akan berakhir pada tahun 2025. Sekarang tampaknya pemerintah telah memenuhi janji itu, tiga tahun lebih awal.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya