Berita

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Jenderal Myanmar Min Aung Hlaing/Net

Dunia

Pengamat: Kunjungan PM Hun Sen ke Myanmar Hanya Menguntungkan Junta

SELASA, 11 JANUARI 2022 | 08:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Alih-alih menyelesaikan krisis, kunjungan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen ke Myanmar dinilai tidak akan banyak membantu rakyat di sana.

Pekan lalu, Hun Sen melakukan kunjungan ke Myanmar selama dua hari yang berakhir pada Sabtu (8/1). Itu merupakan kunjungan pertama seorang kepala pemerintahan asing ke Myanmar setelah kudeta militer pada 1 Februari 2021.

Kudeta memicu aksi protes besar-besaran yang diwarnai kekerasan. Hampir 1.460 warga sipil tewas dan lebih dari 8.500 lainnya ditangkap selama kerusuhan.


Kunjungan Hun Sen dilakukan ketika Kamboja mengambil keketuaan ASEAN untuk tahun ini. Selama kunjungannya, Hun Sen bertemu dengan pemimpin junta, Jenderal Min Aung Hlaing.

Setelah kunjungan tersebut, pada Senin (10/1), jurubicara junta Mayor Jenderal Zaw Min Tun mengatakan pihaknya mengumumkan gencatan senjata selama setahun dengan kelompok etnis bersenjata untuk memenuhi lima poin konsensus ASEAN.

Meski begitu, analis politik Sai Kyi Zin Soe menilai, kunjungan Hun Sen ke Myanmar hanya menguntungkan pihak junta. Dengan jabatannya sebagai Ketua ASEAN, Kamboja bisa memberikan junta kesempatan untuk bergabung kembali dengan ASEAN.

“Di sisi lain, rakyat kita tidak mendapat kesempatan untuk didengar suaranya pada saat mereka bersaing dengan militer secara politik. Kunjungan ini sama sekali tidak akan menguntungkan rakyat Myanmar, apalagi hanya melibatkan junta dan bukan pihak atau organisasi lain yang mewakili rakyat," ujarnya, seperti dikutip Radio Free Asia.

Analis politik lainnya, Kyaw Zaw Han mengatakan, Kamboja kemungkinan akan mengundang Myanmar ke pertemuan ASEAN.

“Apa yang mungkin diperoleh militer (sebagai imbalannya) adalah bahwa Kamboja dapat memberikan (junta) suara di ASEAN. Kemungkinan (junta) bisa hadir (di pertemuan mendatang), terutama Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN yang dijadwalkan bulan depan," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya