Berita

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama/Net

Politik

Haris Pertama: KNPI Tidak Benci Ferdinand Hutahaean, Tapi Menolak Model Perilaku yang Bangkitkan Permusuhan

SELASA, 11 JANUARI 2022 | 07:23 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tidak memiliki kebencian secara personal dengan pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean yang semalam resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Begitu tegas Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama kepada wartawan, Selasa pagi (11/1). Menurutnya, KNPI sebagai pelapor Ferdinand Hutahaean hanya tidak setuju dan menolak perilaku yang bisa membahayakan persatuan nasional.

“KNPI menolak segala model sikap dan perilaku yang bisa membangkitkan permusuhan antar kelompok dan golongan di Indonesia yang majemuk ini,” tegasnya.


Haris Pertama memastikan bahwa pihaknya mendukung sikap aparat yang tegas, adil, dan tidak diskriminatif terhadap siapapun yang melanggar hukum serta mengancam persatuan nasional.

Dia berharap kasus Ferdinand Hutahaean bisa menjadi menjadi pelajaran bagi seluruh anak bangsa untuk bersikap dan berperilaku yang bijaksana dan dewasa.

“Termasuk berperilaku serta sesuai dengan semangat persatuan nasional yang ber-Bhinneka Tunggal Ika,” tutupnya.

Dijelaskan Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Ahamad Ramadhan bahwa penetapan tersangka Ferdinand Hutahaean dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara dan didapatkan dua alat bukti sebagai prasyarat untuk menetapkan tersangka.

Setelah menjadi tersangka, polisi mengambil keputusan menahan Ferdinand. Alasannya, karena takut melarikan diri dan dikhawatirkan mengulangi perbuatannya.

Ramadhan menjelaskan, Ferdinand dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 peraturan KUHP UU 1/1946 juncto Pasal 45 ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU ITE dengan ancaman hukuman penjara keseluruhannya selama sepuluh tahun.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya