Berita

Aparat keamanan di Kazakhstan/Net

Dunia

Warga Kirgistan Mengaku Ditawari Rp 2,8 Juta untuk Ikut Aksi Unjuk Rasa Kazakhstan

MINGGU, 09 JANUARI 2022 | 14:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dugaan campur tangan asing dalam kerusuhan di Kazakhstan pada pekan lalu diperkuat dengan kesaksian dari salah seorang pengunjuk rasa yang merupakan warga negara asing.

Ia adalah seorang pria asal Kirgistan yang mengaku ditawari 200 dolar AS atau Rp 2,8 juta dari orang yang tidak dikenal untuk ikut andil dalam aksi unjuk rasa.

Saat ini ia telah ditahan oleh pihak berwenang di Almaty, seperti dikutip dalam laporan Khabar 24.


"Beberapa orang asing menelepon saya dan menawarkan untuk berpartisipasi dalam unjuk rasa dengan imbalan 90 ribu tenge (lebih dari 200 dolar AS). Karena saya menganggur di Kisgistan, saya setuju," ungkapnya.

Setelahnya, orang tak dikenal itu membelikannya tiket dan membayarkannya tempat tinggal selama di Kazakhstan.

Tidak sendiri, pria itu mengaku ada sekitar 10 orang dari Uzbekistan dan Tajikistan yang tinggal bersamanya.

Kerusuhan melanda Kazakhstan dengan dipicu oleh kenaikan harga gas LPG yang menyebabkan protes. Protes berubah kacau ketika bentrokan antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa pecah.

Pemerintah telah mengumumkan keadaan darurat hingga 19 Januari setelah puluhan orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Komisaris Eksekutif Persemakmuran Negara-negara Merdeka (CIS), Sergei Lebedev menyebut ada campur tangan asing dalam kerusuhan.

"Jelas hari ini bahwa unsur-unsur perusak, para bandit, mempersiapkan unjuk rasa massal terlebih dulu untuk mengacaukan negara dan mendapat dukungan asing," ujarnya.

Dugaan adanya interfensi asing sudah disuarakan oleh Presiden Kassym-Jomart Tokayev dalam pidatonya pada 5 Januari.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya