Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri/RMOL

Hukum

Tangkap Rahmat Effendi dkk, Firli Bahuri Pastikan KPK Tidak Terlibat Pusaran Politik

MINGGU, 09 JANUARI 2022 | 11:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penangkapan demi penangkapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap politisi dan pejabat publik dipastikan atas dasar bukti-bukti hukum, bukan kepentingan politik.

Termasuk terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang baru-baru ini dilaukan kepada Walikota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen.

Penegasan itu disampaikan Ketua KPK, Firli Bahuri menanggapi komentar dari putri Pepen yang menganggap penangkapan oleh KPK sebagai pembunuhan karakter.


KPK memastikan, semua informasi dari masyarakat diperhatikan dan dipelajari serta didalami termasuk keterangan informasi dari masyarakat yang disampaikan langsung ke KPK.
 
"KPK berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi dan tidak pernah berhenti sampai Indonesia bersih dari praktik-praktik korupsi. Siapa pun pelakunya, kami tidak pandang bulu jika cukup bukti karena itu prinsip kerja KPK," kata Firli Bahuri, Minggu (9/1).

Firli memahami keinginan masyarakat untuk pemberantasan korupsi. Oleh karenanya, lembaga antirasuah terus bekerja untuk mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti.

Mengenai penangkapan Rahmat Effendi dkk, Firli meminta kepada masyarakat memberikan waktu kepada KPK untuk bekerja.

"KPK hanya akan menetapkan seseorang sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup dan KPK memegang prinsip the sun rise and the sun set principle. Seketika seseorang menjadi tersangka, maka harus segera diajukan ke persidangan peradilan," jelas Firli.

Firli melanjutkan, KPK bekerja dengan berpedoman kepada asas-asas pelaksanaan tugas pokok KPK sebagaimana diamanatkan dalam UU 19/2019.

"Kami masih terus bekerja, dan KPK akan memberikan penjelasan kepada publik setiap perkembangan penyidikan dan penuntutan. KPK tidak ikut opini atau kepentingan politik, karena KPK tidak ingin dan tidak akan terlibat dalam politik," tutup Firli.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya