Berita

Ketua KPK Firli Bahuri/Net

Politik

Prihatin Penangkapan Rahmat Effendi, Firli Bahuri Singgung Peran Legislatif, Yudikatif dan Partai Politik

SABTU, 08 JANUARI 2022 | 14:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri merasa prihatin atas tertangkap tangannya Walikota Bekasi Rahmat Effendi oleh KPK.

Penangkapan demi penangkapan pejabat hingga saat ini, kata Firli menciptakan kesan bahwa transaksi suap dan sogok masih terjadi setiap hari pada pejabat yang berada di posisi cukup strategis.

“Seperti kota Bekasi ini, adalah salah satu kota yang berada di sekitar ibu kota berpenduduk jutaan (tepatnya 3,084 juta) dan tentu adalah kota yang strategis menopang jalannya ibu kota negara kita,” kata Firli dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/1).


Firli mengajak komponen masyarakat untuk bersama-sama memahami terhadap persoalan tindak pidana korupsi yang saat ini masih terjadi.

Untuk itu, Firli menyerukan agar masing-masing pihak bergerak di wilayahnya untuk menciptakan orkestra pemberantasan korupsi yang sempurna.

Sebab, dia menekankan, bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa dilakoni oleh satu lembaga apalagi satu orang, dia harus merupakan kerja semua lembaga bahkan di seluruh cabang kekuasaan.

“Para legislator harus membaca kemungkinan ada lubang dalam regulasi kita yang menyebabkan mudahnya terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan. Kuasa membuat UU ada pada para anggota legislatif kita. Tentu dibahas bersama eksekutif,” kata Firli.

Selain itu, lanjutnya, para pejabat di lingkungan yudikatif juga harus memastikan bahwa peradilan berjalan adil. Dengan begitu, tidak hanya pelaku korupsi atau koruptor namun masyarakat juga melihat bahwa mereka telah dihukum secara setimpal.

“Memenuhi rasa keadilan hukum dan keadilan masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh dari itu, pada kamar partai politik, meskipun lembaga semi private, namun kata Firli partai politik merupakan penyuplai pejabat publik.

“Harus juga menunjukkan bersih dari korupsi dan tidak ada lagi transaksi antara parpol dengan para pejabat yang didukung sebelum atau sesudahnya,” imbaunnya.

Namun yang tak kalah penting ialah pejabat publik haruslah amanah. Sebab, anggaran negara (APBN dan APBD) sebagian besar dialokasikan kepada mereka baik di tingkat pusat maupun daerah.

Firli mengimbau pejabat publik hendaknya dalam pelaksanaan harus betul-betul memastikan bahwa dalam pelaksanaan pemerintahan tidak saja harus taat kepada undang-undang tetapi juga dipenuhi oleh etika dan moral penyelenggara negara yang jujur, profesional, akuntabel, adil, baik dan benar.

“Pada akhirnya, perbaikan sistem ini semua akan menciptakan budaya antikorupsi yang masif yang membuat para pejabat Indonesia tampak bersih dan profesional. Membanggakan kita semua,” pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya