Berita

Kerusuhan di Almaty, Kazakhstan

Dunia

Organisasi Kerjasama Shanghai Siap Bantu Pulihkan Kazakhstan

SABTU, 08 JANUARI 2022 | 14:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Anggota Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) bersedia memainkan peran positif dalam menstabilkan situasi di Kazakhstan yang dilanda kerusuhan selama beberapa hari terakhir.

Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan, menyatakan bahwa perlu untuk membantu Kazakhstan saat ini, tentunya ini juga membutuhkan dukungan bersama dengan negara-negara lain di bawah komitmen SCO.

“Menjaga stabilitas negara-negara anggota dan regional selalu menjadi prinsip dan misi Organisasi Kerjasama Shanghai,” kata Wang Wenbin, juru bicara Kemenlu China di Beijing, mengacu pada situasi yang bergejolak di Kazakhstan, salah satu dari sembilan anggota SCO.


“China dan anggota SCO lainnya mengamati dengan cermat situasi Kazakhstan dan bersedia memainkan peran positif dalam menstabilkan situasi,” katanya, seperti dikutip dari Global Times, Sabtu (7/1).

Pernyataan dari Beijing datang ketika Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menyatakan bahwa pemerintah telah mampu memulihkan ketertiban di negara itu.

“China telah memperhatikan bahwa Kazakhstan mengambil serangkaian tindakan untuk melawan terorisme dan mempertahankan stabilitas. China mendukung semua upayanya dalam memadamkan situasi dan dengan tegas menentang kekuatan eksternal yang menghasut kekerasan dan kekacauan di kawasan itu,” kata Wang.

“Sebagai tetangga dan mitra strategis komprehensif permanen, China bersedia menawarkan semua dukungan yang diperlukan ke Kazakhstan untuk membantunya mengatasi kesulitan baru-baru ini.”

Kazakhstan telah diguncang oleh protes mematikan selama berhari-hari yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar.

Demonstrasi yang dimulai di wilayah Mangystau yang dikenal kaya minyak pada 2 Januari menyebar dengan cepat ke bagian lain negara itu, termasuk pusat komersial dan bekas ibu kota Almaty, tempat ribuan orang turun ke jalan.

Tokayev awalnya mengumumkan keadaan darurat di Almaty dan Mangystau dari 5-19 Januari, sebelum meluaskannya secara nasional.

Kabinetnya juga mengundurkan diri awal pekan ini, sementara pemerintah telah memperkenalkan kontrol harga pada bahan bakar gas cair, bensin, solar dan produk makanan pokok selama 180 hari.

Menurut angka pemerintah, 26 pengunjuk rasa dan 18 personel keamanan telah tewas sejauh ini dalam kerusuhan, dengan sedikitnya 18 orang lagi terluka dan lebih dari 3.000 ditahan.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Tokayev menyalahkan 'teroris' yang dilatih asing atas kekerasan tersebut dan mengatakan pasukan keamanan telah diperintahkan "untuk menembak tanpa peringatan untuk membunuh para teroris."

Mengenai pengerahan pasukan penjaga perdamaian dari Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), ia menekankan bahwa pasukan tersebut akan berada di Kazakhstan untuk “waktu yang terbatas untuk memenuhi fungsi melindungi dan menjaga tempat-tempat strategis.”

CSTO adalah aliansi militer dari enam bekas republik Soviet dan Rusia.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya