Berita

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir/Net

Politik

Tekan Impor, Erick Thohir Dorong Indofarma Kembangkan Produksi Obat Herbal

SABTU, 08 JANUARI 2022 | 11:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Indonesia menjadi salah satu negara yang masih mengharapkan bahan untuk obat-obatan dari negara luar negeri. Padahal potensi Indonesia untuk mengembangkan obat instan besar, apalagi obat herbal yang bisa ditemui bahannya di hampir setiap daerah.

Untuk itu, dalam rangka menekan impor obat-obatan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan akan mengembangkan produksi obat herbal, dalam hal ini melalui Indofarma.

"Indofarma, kita pastikan keberpihakan kepada herbal. Obat-obat herbal kita sangat kuat, tapi tidak pernah dibangun karena senangnya obat impor," kata Erick Thohir kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/1).


Erick Thohir mengurai bahwa alam Indonesia sangat mendukung bangsa ini menjadi pusat pengembangan obat herbal di dunia, di mana tanah yang subur, air dan sinar matahari yang berlimpah. Jika industri herbal ini berjalan, kata dia, maka kebiasaan impor bahan baku obat dari negara luar akan berhenti.

"Ini kita gabungkan menjadi satu kesatuan sekarang," ucap Erick Thohir.

Orang nomor satu di Kementerian BUMN ini juga akan menyatukan semua rumah sakit milik BUMN di Indonesia. Pasalnya, sejauh ini rumah sakit milik BUMN masih terpisah, seperti Pertamina, Pelindo dan PTPN dan ke depan akan disatukan.

"Karena itu kita gabungkan. Rumah sakitnya tidak tanggung-tanggung, jumlahnya 73 rumah sakit. Total kapasitas tempat tidurnya hampir 7.000, terbesar di Indonesia," ujarnya.

Salah satu tujuan disatukannya rumah sakit Milik BUMN, masih kata Erick, antara lain agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat itu terarah, terutama bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah.

"Karena pelayanan kesehatan buat masyarakat kalangan menengah dan ke bawah penting," jelasnya.

Erick Thohir juga menginformasikan bahwa pemerintah pusat lewat Kementerian BUMN baru meluncurkan RS Internasional di Bali, yang bekerja sama dengan Mayo Clinic, yang menangani kanker terbaik di dunia.

Dijelaskan Erick Thohir, apabila RS di Bali berhasil maka pihaknya mungkin mengembangkan kawasan ekonomi kesehatan di Sumatera dan Sulawesi.

"Supaya ketahanan kesehatan kita bisa," katanya.

Menurut Erick Thohir, langkah membangun RS internasional di Bali untuk memudahkan masyarakat Indonesia berobat, dan tidak akan berobat ke luar negeri lagi. Buat dia, ini bukan anti asing dan antinegara tetangga, tetapi  Indonesia harus mandiri.

"Ayo tetap bangun ekonomi kita. Tapi saya titip, musti lebih mandiri supaya mengurangi ketergantungan kita dengan negara lain," tutupnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya