Berita

Ketua PP GP Ansor, Luqman Hakim/Net

Politik

Ketua PP GP Ansor: Tak Peduli Mayoritas atau Minoritas, Ferdinand Harus Diproses!

JUMAT, 07 JANUARI 2022 | 10:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Proses hukum terhadap pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean soal unggahan "Allahmu Lemah" wajib dilakukan polisi secara tuntas.

"Dengan adanya pihak yang melaporkan cuitan Ferdinand ke polisi, saya berharap polisi bertindak tegas dengan memproses kasus ini sampai tuntas," tegas Ketua PP GP Ansor, Luqman Hakim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/1).

Menurut Wakil Sekjen DPP PKB ini, polisi harus tegas dan tidak tebang pilih dalam memproses laporan masyarakat. Sebab, seluruh warga negara berkedudukan sama di depan hukum.


"Tak peduli ia berasal dari kelompok mayoritas atau minoritas. Tidak boleh ada diktator mayoritas dan juga tidak boleh ada tirani minoritas. Dalam sistem demokrasi, hukum diskriminatif akan jadi sumber perpecahan dan konflik sosial," tegasnya.

Luqman menambahkan, semua pihak masih dalam proses membangun karakter bangsa yang bersatu dalam keberbedaan. Karena itu, siapa pun yang terbukti melanggar norma-norma hukum, maka aparat penegak hukum harus memprosesnya.

"Dengan seadil-adilnya," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya