Ketua Partai Demokrat Lampung terpilih, Edy Irawan/RMOLLampung
Meski baru seumur jagung memimpin Partai Demokrat Lampung, Edy Irawan sudah mulai mendapat goyangan. Ada sejumlah Plt DPC Demokrat Lampung yang mempertanyakan putusan Edy Irawan tidak mengundang dan melibatkan mereka dalam pertemuan Rabu kemarin (5/1).
Ketua DPD Partai Demokrat Lampung terpilih, Edy Irawan Arief, sebelumnya mengumpulkan seluruh anggota DPRD Fraksi Demokrat se-Lampung dan seluruh Ketua DPC di rumahnya di Sukardi Hamdani Palapa 6, Bandar Lampung, Rabu malam (5/1).
Namun, ternyata tak semua Ketua DPC mendapat undangan. Tiga Plt Ketua DPC Demokrat yakni Lampung Timur, Pringsewu, dan Kota Metro, mengaku tidak diundang.
"Terkait pertemuan malam ini, kami tiga Plt DPC Lampung Timur, Pringsewu, dan Metro tidak diundang. Kami mempertanyakan hal ini karena kami tidak tahu apa dasar kami tidak diundang," kata Ketua DPC Lampung Timur, Yandri Nasir.
Kepada
Kantor Berita RMOLLampung, Yandri mengucapkan selamat atas terpilihnya Edy sebagai Ketua DPD Lampung yang baru. Besar harapan, Edy membuat Demokrat lebih baik dan meningkatkan soliditas kader partai.
Namun, ia mengaku kecewa lantaran tidak dilibatkan seperti Ketua DPC lainnya. Padahal, menurutnya, dalam AD ART tugas pokok dan fungsi serta kewajiban Plt Ketua DPC sama dengan Ketua DPC.
"Sebagai Ketua DPC kami mempertanyakan kenapa tidak diundang? Saya dapat informasi yang diundang hanya 12 DPC," kata dia.
Saat dikonfirmasi, Edy Irawan menjelaskan, acara ini hanya untuk anggota Fraksi Demokrat di DPRD, namun beberapa Ketua DPC ikut hadir. Sementara untuk pertemuan Ketua DPC akan dijadwalkan lagi.
"DPC ada sendiri, tapi tadi ada beberapa Ketua DPC yang nganter. Tapi ada seperti Adipati (Ketua DPC Waykanan) ada pertemuan dengan Mendagri, Yusrizal (Ketua DPC Lampung Utara) ibunya sedang sakit, yang lain dateng," paparnya.
Terkait tiga Plt Ketua DPC yang merasa tidak diundang, Edy menjelaskan jabatan Plt Ketua di tiga daerah tersebut sudah habis. Setelah ini, dirinya akan berkonsultasi ke DPP bagaimana langkah selanjutnya.
"Masa jabatannya sudah habis, karena jabatan Plt itu cuma setahun. Saya konsultasi dulu ke DPP, apakah akan saya ambil alih atau saya akan mempercepat Musyawarah Cabang," katanya.