Berita

Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean saat memberi klarifikasi/Net

Politik

Penilaian CIIA, Klarifikasi Ferdinand Justru Mempertegas Kicauannya Dibuat dengan Sengaja

KAMIS, 06 JANUARI 2022 | 07:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Klarifikasi yang dilakukan pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean atas kicauan tentang “Allahmu lemah” justru mempertegas bahwa dia membuat tweet itu dengan sengaja.

Penilaian disampaikan Direktur Eksekutif Community Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya yang menganggap kicauan Ferdinand Hutahaean telah melecehkan umat Islam. Dalam klarifikasinya, Ferdinand mengaku bahwa kicauan itu merupakan dialog imajiner antara pikiran dan hati saat dirinya sedang down.

"Bahwa dia melakukan hal itu dengan sengaja. Tidak dalam keadaan tidur ngigau, dan itu adalah sikap verbalnya. Cuitan FH tidak muncul di "ruang kosong", tapi muncul dalam sebuah konteks tertentu, situasi dan kondisi tertentu, bahkan dorongan dari motif tertentu," kata Harits saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/1)


Menurutnya, pernyataan yang dilontarkan Ferdinand juga bukan celotehan dari orang dengan gangguan kejiwaan. Artinya, aparat penegak hukum harus memproses kasus ini secara tegas.

Apalagi, akun media sosial Ferdinand kerap memantik polemik di ruang publik untuk mencapai popularitas.

"Kalau monitor dari waktu ke waktu atas konten cuitan FH di akun sosmednya, maka akan paham dan menemukan substansinya kerap mengagitasi perdebatan di ruang sosmed karena masuk di ranah SARA," katanya.

"Saya menilai cuitan FH layaknya kotoran busuk yang diumbar di ruang publik. Dan akhirnya menjadi ujian terhadap semua pihak," tutup Harits.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya