Berita

Ketua Umum (Ketum) GNPF-Ulama, Yusuf Martak/Net

Politik

Ketum GNPF Ulama Yakin Polisi Segera Menangkap Ferdinand Hutahaean

RABU, 05 JANUARI 2022 | 13:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) yakin pihak Kepolisian akan mengusut dan menjerat hukum terhadap Ferdinand Hutahaean terkait cuitannya di media sosial.

Ketua Umum (Ketum) GNPF-Ulama, Yusuf Martak mengatakan, Ferdinand sudah sering menghina dan memaki-maki orang di media sosial.

"Tapi yang terakhir ini dan mungkin sudah kesekian kali berani menistakan agama? Dia sebut "Allah-nya" sedangkan dia sendiri beragama Kristen Protestan," ujar Yusuf kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu siang (5/1).


Terkait ujaran Ferdinand, sepanjang tidak ada terkait konteks tertentu dan dilakukan dengan sengaja, maka dapat dikenakan untuk ujaran kebencian yang sudah diatur dalam Pasal 28 Ayat 2 UU ITE.

Pasal 28 ayat 2 UU ITE berbunyi, ”Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan".

"Delik tersebut bukan delik aduan, Insya Allah saya yakin seyakin-yakinnya aparat kepolisian mempunyai ahli IT dan bahasa yang dengan mudah akan menjerat dan sesegera mungkin dapat menangkap dan memproses kasus tersebut," yakin Yusuf.

Umat Islam, sambungnya, sangat berharap aparat kepolisian dapat segera merespon positif untuk menangkap Ferdinand.

"Umat Islam bukan umat pecinta kegaduhan dan mengambil tindakan di luar hukum, karena NKRI adalah negara hukum maka peran aparat kepolisian sangat di harapkan respon positifnya," pungkas Yusuf.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya