Berita

Komisioner KPAI, Retno Listyarti/Net

Kesehatan

Kasus Omicron Terus Meningkat, KPAI Minta PTM 100 Persen Ditimbang Ulang

RABU, 05 JANUARI 2022 | 09:29 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Peningkatan kasus varian baru Covid-19 Omicron di tanah air jadi perhatian serius Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Terlebih, sejumlah daerah sudah mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen bagi siswa sekolah.

"KPAI mendorong Kemendikbud-Ristek, Kementerian Agama, dan dinas-dinas pendidikan di seluruh Indonesia untuk mempertimbangkan kembali menggelar PTM 100 persen, dengan kapasitas siswa di kelas 100 persen, dan masuk sekolah 100 persen, atau 5 hari sekolah dengan 6 jam pelajaran per hari," ujar Komisioner KPAI, Retno Listyarti, kepada wartawan, Selasa (4/1).

Permintaan KPAI ini didasari oleh makin meningkatnya kasus Omicron di Indonesia. Pun masyarakat baru usai menjalani liburan Natal dan tahun baru.


"Setidaknya tunggulah minimal sampai 14 hari usai liburan akhir tahun," imbuhnya.

Selain itu, KPAI juga meminta PTM bagi siswa TK dan SD ditunda hingga seluruh peserta didiknya mendapat vaksinasi lengkap.

Kemudian, bagi sekolah-sekolah yang kerap terjadi penumpukan massa saat kepulangan siswa segera dilakukan evaluasi SOP. Retno menganjurkan pihak sekolah melakukan pembicaraan dengan orangtua siswa agar tidak terjadi penumpukan yang bisa memicu penyebaran virus.

KPAI, lanjut Rentno, juga mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melakukan percepatan dan pemerataan vaksinasi anak usia 6 -11 tahun di seluruh Indonesia, minimal mencapai 70%.

Mengingat vaksinasi anak usia 12-17 tahun yang sudah dimulai sejak Juli 2021 saja belum mencapai 70%.

"Oleh karena itu, pemerintah perlu kerja keras melakukan percepatan dan pemerataan vaksinasinya," demikian Retno Listyarti.

Kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia memang terus menunjukkan grafik peningkatan. Per Selasa (4/1), Omicron telah menjangkiti 252 orang di Jakarta. Terdiri dari 239 kasus impor dan 13 kasus transmisi lokal 13 kasus.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya