Berita

Begawan ekonomi Rizal Ramli (tengah)/Ist

Politik

Ngariung di Bogor, Rizal Ramli: Kalau Sunda Aman, Indonesia Juga Aman

SABTU, 01 JANUARI 2022 | 16:26 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Karakter masyarakat Sunda yang egaliter, menjadi kekuatan tersendiri untuk mewujudkan perubahan Indonesia menjadi lebih adil, lebih baik dan lebih makmur.

Begitu dikatakan begawan ekonomi Rizal Ramli dalam kegiatan Kumpul Ngariung di Saung Kujang Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/1).

Bagi Rizal, karakter orang Sunda bukan hal asing. Dia besar di Bogor, Jawa Barat sejak masa kanak-kanak atau tepatnya saat berusia 7 tahun.


"Saya besar dan dididik di tanah Sunda, di Bogor sejak umur 7 tahun, bisa bahasa Sunda Bogor, paham betul budaya Sunda yang sangat halus, happy go lucky, doyan hareureuy, ceria, dan sangat tidak suka ketidak adilan," ujar Rizal Ramli.

Dikatakan Rizal, tanah Sunda juga tanah tokoh pergerakan. Pasalnya, banyak tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia memulai dan memusatkan pergerakannya di tanah Sunda, Kota Bandung, Bogor, dibandingkan kota-kota lain di Indonesia.

"Ada Tirto Adhisuryo, Tjipto Mangunkusumo, Ki Hadjar Dewantara, Soeryopranoto, Douwes Dekker, Sosrokartono, Abdul Muis, Hatta, Sukarno, Natsir, Sutan Sjahrir, adalah sedikit contoh dari tokoh-tokoh yang memulai debutnya di Kota Bandung, yang kebetulan pula mereka bukan orang Sunda," terangnya.

Khusus wilayah Bogor, Rizal Ramli mengaku kagum pada Abah Wahyu Affandi Suradinata yang merupakan tokoh panempa Kujang yangsejak tahun 1990an mendedikasikan diri untuk mempelajari kembali dan melestarikan Kujang sebagai warisan budaya masyarakat Sunda.

Kata mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, Kujang sendiri mempunyai ikatan historis dan kebudayaan dengan tanah Sunda.

"Kujang juga merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak, kebenaran dan keadilan," terangnya.

Rizal juga mengutik sebuah pepatah bijak, bahwa keamanan wilayah Sunda akan menentukan keamanan Indonesia.

"Saya menjadi teringat oleh pepatah bijak bahwa kalau tanah Sunda aman, Indonesia aman. Kalau tanah Sunda damai, Nusantara damai. Kalau tanah Sunda makmur, rakyat Indonesia makmur," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya