Berita

Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Al Jufri/Ist

Politik

Ngotot PT 20 Persen Diturunkan, Salim Segaf Tak Mau Keterbelahan Ekstrem 2014 Silam Terulang

JUMAT, 31 DESEMBER 2021 | 10:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penurunan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen terus diperjuangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Saat ini, PKS bersikukuh ambang batas pencalonan presiden paling tepat berada di angka 4 persen sesuai parliamentary threshold.

Menurut Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Al Jufri, selain bisa menghadirkan banyak calon di Pilpres 2024, penurunan PT juga bisa menghindari keterbelahan.


"Sejak 2014, politik kita mulai tidak sehat, terjadi pembelahan ekstrem di tengah masyarakat. Karena itu, upaya paling efektif menghentikan pembelahan adalah dengan menurunkan angka PT menjadi lebih proporsional," tegas Salim Segaf dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/12).

Untuk mewujudkan hal itu, komunikasi dan silaturahmi antar partai politik menjadi kuncinya.

Di sisi lain, ia menyambut baik gagasan partai menengah seperti seperti PKB, PPP, dan PAN yang mulai mulai membicarakan platform bersama menuju 2024.

Salim juga mendorong agar partai yang pernah memenangkan pemilu sebelumnya, seperti Golkar dan Demokrat, berani tampil menggalang kekuatan nasionalis-religius. Tidak boleh lagi ada dikotomi.

"PKS sudah mempelopori silaturahim kebangsaan lintas parpol dan elemen bangsa lainnya. Tinggal diteruskan proses komunikasinya agar lebih matang demi terwujudnya platform bersama menuju 2024," demikian Salim Segaf.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

UPDATE

Emas Jadi Primadona Investor di Tengah Krisis Venezuela

Selasa, 06 Januari 2026 | 07:48

Istri Nicolas Maduro Cedera Serius Saat Penangkapan, Sidang Ditunda

Selasa, 06 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa Cetak Sejarah: STOXX 600 Tembus Level 600 untuk Pertama Kali

Selasa, 06 Januari 2026 | 07:27

Maduro di Persidangan AS: Saya Bukan Orang Jahat

Selasa, 06 Januari 2026 | 07:15

Sisa Optimisme

Selasa, 06 Januari 2026 | 07:05

Konflik Venezuela Dipastikan Tak Ganggu Stok Bahan Bakar Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 07:02

Dugaan Kasus Penghinaan Pandji Pragiwaksono ke Adat Toraja Jangan Mandek

Selasa, 06 Januari 2026 | 06:40

Keonaran Dunia: Demokrasi, Riba, dan Energi

Selasa, 06 Januari 2026 | 06:25

Penetapan Diskon 60 Persen Tarif Peti Kemas di Tanjung Priok Diperpanjang

Selasa, 06 Januari 2026 | 05:55

Gugatan Kuota Internet Hangus ke MK Banjir Dukungan Warganet

Selasa, 06 Januari 2026 | 05:33

Selengkapnya