Berita

Iljustrasi/Net

Dunia

China Banjir Kecaman Setelah Polisi Mengarak Pelaku Pelanggar Aturan Covid-19 Sepanjang Jalan Kota Jingxi

RABU, 29 DESEMBER 2021 | 17:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China menghadapi kecaman keras dari para kritikus, ketika polisi anti huru hara bersenjata mengarak 4 tersangka pelanggar pedoman Covid-19.

Empat tersangka itu pada Selasa (28/12) diarak dan dipertontonkan di jalan-jalan di kota metropolitan Jingxi di daerah Guangxi, yang dekat dengan perbatasan China dan Vietnam. Mereka mengenakan hazmat sambil membawa plakat yang memuat nama dan foto mereka.

Para tersangka dituduh mengangkut migran ilegal di tengah pandemi, di saat pemerintah China menetapkan pembatasan perjalanan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.


Sejak 2010, China melarang mempermalukan tersangka kejahatan di depan umum, setelah bertahun-tahun para aktivis hak asasi manusia menggemakan kampanyenya.

Mempermalukan publik adalah bagian dari tindakan disipliner yang diperkenalkan oleh otoritas.

Hukuman sosial yang diberikan kepada tersangka disebut-sebut sebagai "peringatan nyata" kepada masyarakat umum, agar tidak ada yang mengulang untuk membuat pelanggaran yang sama.

Namun begitu, hukuman itu menyebabkan reaksi. Pengguna media sosial langsung  melemparkan kritikan dan kecaman atas sanksi yang diberikan kepada empat terdakwa.

Tersangka lain yang dituduh melakukan penyelundupan gelap dan perdagangan manusia juga telah diarak dalam beberapa bulan terakhir, berdasarkan penelitian di situs web otoritas Jingxi.

Jingxi berada "di bawah tekanan luar biasa" untuk menghentikan penyebaran virus corona. Namun, sanksi yang diberikan kepada empat orang terduga dipandang sebagai "melanggar semangat supremasi hukum dan tidak dapat dibiarkan terjadi lagi," menurut Beijing News yang berafiliasi dengan Partai Komunis China, mengatakan pada Rabu (29/12).

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya