Berita

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca/Net

Dunia

Dipicu Omicron, Kasus Baru Covid-19 Turki Capai Rekor Tertinggi

RABU, 29 DESEMBER 2021 | 14:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Untuk pertama kalinya sejak Oktober, Turki kembali melaporkan lonjakan kasus baru virus corona yang mencapai lebih dari 30.000 jiwa pada Selasa (28/12) waktu setempat.

Data Kementrian Kesehatan Turki menunjukkan bahwa negara itu mencatat 32.176 kasus dan 184 kematian pada Selasa, yang tertinggi sejak 12 Oktober.

Tingkat kasus harian Turki telah di bawah atau sekitar 20.000 pada Desember, turun dari sekitar 30.000 pada Oktober. Infeksi baru melonjak 30 persen pada Senin (27/12), menjadi di atas 25.000.


“Karena penyebaran varian omicron yang cepat, dapat dilihat bahwa kita sekarang memasuki tren yang meningkat,” kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca di Twitter, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Rabu (29/12).

Dalam cuitannya Menkes Koca juga mendesak warga Turki untuk divaksinasi dan menerima suntikan booster.

Pada akhir pekan, Koca mengatakan lebih dari 10 persen kasus Covid-19 di Turki disebabkan oleh Omicron. Negara ini mengumumkan enam kasus Omicron pertamanya pada 11 Desember.

Hingga saat ini Turki telah memberikan lebih dari 130 juta dosis vaksin menggunakan suntikan yang dikembangkan oleh Sinovac China dan oleh Pfizer/BioNTech.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya