Berita

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto/Net

Politik

Mulyanto PKS: Secara Profesionalitas, Ahok Mestinya Dicopot dari Pertamina

SELASA, 28 DESEMBER 2021 | 14:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok acap kali membuat kegaduhan di ruang publik.

Beberapa kegaduhan itu muncul soal klaim mobil listrik yang notabene adalah masalah internal Pertamina. Terbaru mengenai klaim Ahok soal pemotongan gaji karyawan Pertamina yang disebut dibatalkan karena ancaman mogok Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).

Padahal, Pertamina telah menjelaskan bahwa manajemen Pertamina saat ini masih membahas program agile working yang memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memilih skema Working from Home (WFH) atau Working from Office (WFO).


Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai, Ahok yang kerap kali membuat gaduh di ruang publik, secara objektif justru pernah menyelenggarakan persoalan.

Oleh karena itu, jika mengacu profesionalitas perusahaan plat merah mestinya memecat mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Apakah Pak Ahok ini pantas dicopot dari Pertamina? Secara profesionalitas mestinya begitu," kata Mulyanto kepada Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Selasa (28/12).

Namun demikian, Politikus PKS ini menyatakan, keputusan pencopotan Komut Pertamina berada di tangan Meneg BUMN Erick Thohir dan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Ini kewenangan RUPS dalam hal ini Menteri BUMN. Memang Pak Erick Thohir berani memecat Pak Ahok?" katanya.

Mulyanto juga menyebut Ahok kerap kali menunjukkan gaya politiknya yang arogan dan masih sama seperti dulu menjabat Gubernur DKI Jakarta. Padahal, Ahok kini hanya menjabat Komisaris Utama di Pertamina yang notabene adalah bawahan Erick Thohir perusahaan pelat merah.

"Saya melihat Pak Ahok ini masih belum berubah. Masih seperti yang dulu," sesalnya.

"Aroma politisinya masih kuat ketimbang, sebagai profesional teknokrat.  Padahal posisinya adalah Komisaris Utama yang menjalankan pengawasan perusahaan," demikian Mulyanto.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya