Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jelang Pergantian Tahun, Pola Kepemimpinan Jokowi Masih Sama, Andalkan Pencitraan

SENIN, 27 DESEMBER 2021 | 18:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pola kepemimpinan Presiden Joko Widodo hingga 2021 ini dianggap masih mengandalkan pencitraan karena 66 janji politiknya di 2014 dan 2019 lalu belum ditunaikan.

Begitu catatan akhir tahun 2021 yang disampaikan oleh Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi yang menilai banyak persoalan bangsa yang tidak dapat dikendalikan dan muncul persoalan baru di rezim Jokowi.

"Persoalan utang luar negeri yang menumpuk, pembangunan infrastruktur yang bebani keuangan negara dan buruknya kesejahteraan rakyat akibat tingginya inflasi," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (27/12).

Selain itu kata Muslim, gaji buruh yang rendah akibat diterapkannya UU Cipta Kerja yang membuat buruh tertekan.

"Tapi suara-suara buruh di berbagai daerah tidak direspon kecuali di DKI. Merosotnya ekonomi dan tidak ada geliat pertumbuhan yang berarti sebagaimana dalam janji politiknya. Meski rezim berhasil ciptakan melandainya pandemi Covid -19, tapi banyak hal yang tidak jelas soal penggunaan anggaran Covid-19 selama pandemi," kata Muslim.

Tak hanya itu, ketegangan di masyarakat juga terjadi akibat pemaksaan pemakaian vaksin atau vaksinasi dan keresahan yang timbul atasnya. Juga sorotan atas perpolitikan nasional soal Presidensial Threshold (PT) 20 persen yang sedang diperjuangkan di Mahkamah Konstitusi (MK) agar tercipta demokrasi yang sehat dan tegak kedaulatan rakyat perjuangan pencapaian PT 0 persen.

"Juga sorotan politik luar negeri yang tidak independen tapi blok ke RRC jadi sorotan luas di masyarakat. Meski saat ini Presidensi G20 di tangan Indonesia, tapi rezim Jokowi tidak mendapatkan respon yang berarti di G20. Bisa jadi ini karena rezim ini tidak terlalu mendapatkan apresiasi dari anggota G20 lainnya," jelas Muslim.

Kemudian, penanganan pandemi yang terkesan diskriminasi yang mendapatkan sorotan publik. Terakhir, terjadinya aksi heroik emak-emak dari Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) yang "menyegel" Kedutaan Besar (Kedubes) China di Jakarta Selatan.

Bahkan disejumlah aksi, ARM mendesak Presiden Jokowi mundur dengan sejumlah alasan rasional dan konstitusional yang mendasarinya.

Kemudian, suara-suara DPR yang nyaris tidak terdengar atas sejumlah isu strategis juga jadi catatan akhir di tahun ini.

"Jadi bukan saja kelebihan Presiden Jokowi saja yang disoroti, tapi DPR dianggap turut andil buruknya kinerja rezim ini," terang Muslim.

Soal infrastruktur sejumlah bandara dan jalan tol kata Muslim, juga menjadi persoalan dan beban negara. Seperti kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Ke depannya 2022, jika segala persoalan hari ini tidak dapat diatasi dengan baik dan cermat, bisa jadi tahun depan rezim Jokowi akan hadapi persoalan besar dari rakyat di tengah tekanan situasi dan keadaan yang dihadapi rakyat saat ini. Akhirnya selamat menyongsong tahun 2022," pungkas Muslim.


Populer

Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Jokowi Datang Seperti Menteri yang Berwisata

Kamis, 12 Mei 2022 | 00:36

Serangan ke Anies Makin Gencar, Senator Jakarta: Tenggelamkan dengan Kabar Prestasi

Kamis, 12 Mei 2022 | 17:00

Rekayasa One Way Jalan Tol Jadi Bukti Infrastruktur Didesain Secara Ngawur

Minggu, 08 Mei 2022 | 07:55

Usai Makan Malam Bersama, AHY Pastikan Demokrat Tetap Dukung Edy Rahmayadi

Senin, 16 Mei 2022 | 09:38

Puji Pakaian Muslimah Iriana, Imam Shamsi Ali: Kira-kira yang Sering Nyinyiri Kerudung Ngomong Apa ya?

Senin, 16 Mei 2022 | 09:28

Soal Duet AH-AHY, Pengamat: Tidak Perlu Repot Cari Partai Lain Lagi

Minggu, 08 Mei 2022 | 12:25

Imran Khan: Menjatuhkan Nuklir ke Pakistan Akan Lebih Baik Daripada Menyerahkan Negara Ini Kepada Pencuri

Sabtu, 14 Mei 2022 | 18:58

UPDATE

Proyek Satelit Bakti Kominfo Rawan Penyimpangan, CBA Desak KPK Turun Tangan

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:32

Megawati Tak Hadiri Acara KPK, Wasekjen PDIP: Tak Selalu Harus Hadir, Ibu Menugaskan Saya

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:31

Biden: Supremasi Kulit Putih Sudah Meracuni Bangsa Amerika Serikat

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:24

Hanya 4 Ketum yang Hadir di Acara PCB KPK, 16 Parpol Lainnya Diwakilkan

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:11

Furqan AMC: Pembatalan Gorden Rumah Dinas DPR adalah Kemenangan Rakyat

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:06

New York Siaga Tinggi Covid, Warga Diminta Pakai Masker dan Hindari Kumpul-kumpul Tidak Penting

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:05

Rancangan PKPU Jadwal Belum Ditetapkan, Perludem Pertanyakan Kepastian Penyelenggaraan Pemilu

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:55

Singapura Anggap UAS Sebar Paham Ekstremis, Fadli Zon: Hak Apa Mereka Menghakimi UAS?

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:48

Fahri Hamzah: Menolak Perjalanan Pribadi Seorang Ustaz Bukan Tindakan Keimigrasian yang Beradab

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:41

Pidato di Cannes Film Festival, Zelensky: Kita Butuh Charlie Chaplin Baru yang Bisa Melawan Diktator

Rabu, 18 Mei 2022 | 09:38

Selengkapnya