Berita

Muhammadiyah dan NU diusulkan Jose Ramos Horta untuk menerima Nobel Perdamaian tahun 2022 mendatang/Net

Dunia

Jose Ramos Horta Usulkan Muhammadiyah dan NU Dapat Nobel Perdamaian Tahun 2022

SENIN, 27 DESEMBER 2021 | 13:52 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Mantan Presiden Timor Leste mengusulkan organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai penerima nobel perdamaiaan tahun 2022 mendatang.

Penerima nobel perdamaian pada tahun 1996 silam itu  berargumen, dua organisasi itu memiliki kiprah yang luar biasa. Beberapa aspek yang dijadikan argumentasi adalah kiprah Muhammadiyah dan NU di beberapa aspek seperti pendidikan, toleransi, perlindungan minoritas dan terus menjaga perdamaian Indonesia dan dunia.

"Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia, sekaligus negara moderat," demikian penjelasan tokoh yang pernah menjabat Perdana Menteri Timor Leste 2006-2007.


Bacaan Ramos Horta, saat berbagai negara seperti Irak, Afghanistan dan Palestina sedang terjadi kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia, Indonesia yang saat itu juga terjadi beberapa bom justru tidak terjebak pada negara dengan radikalisme muslim.

Menurut Horta, tidak terjebaknya Indonesia ke negara radikal muslim karena karakter masyarakat muslim Indonesia moderat yang diwakili Muhammadiyah dan NU.

Lebih lanjut, tokoh yang jadi jurubicara perlawanan Timor Leste saat diduduki Indonesia itu bercerita, usulan tentang Muhammadiyah dan NU perlu mendapat Nobel bermula saat pembicaraannya dengan Todung Mulya Lubis saat berkunjung ke Dili.

"Kami berbicara mengenai NU dan  Muhammadiyah. Dari sanalah saya mendapatkan informasi yang lebih lengkap guna mencalonkan NU dan Muhammadiyah untuk nobel perdamian. Dua organisasi ini, layak dan berhak mendapatkan Nobel Perdamaian," cerita Horta yang dikutip dari media Hatutan.Com, Senin (27/12).

Horta menjelaskan, sebelum mengusulkan ke Komite Nobel, dirinya mengaku sudah memikirkan matang. Bahkan ia mengaku hati-hati dalam mengumpulkan data pendukung.

Horta mengusulkan pemberian nobel perdamaian bagi Muhammadiyah dan NU dengan ditandatangani beberapa tokoh politik Timor Leste seperti Zanana Gusmao, Mari Alkatiri, Taur Matan Ruak, dan Presiden saat ini Fransisco Gutere Lu Olo.

Horta sebelumnya sukses mengusulkan beberapa tokoh untuk mendapatkan nobel, diantaranya: Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung (2000), Jimmy Carter (2002) dan Muhamad Yunus (2006).

Jose Ramos Horta juga melakukan usulan Nobel untuk Muhammadiyah dan NU pada tahun 2019 silam. Ia menjelaskan bahwa meski sempat ditolak ia akan berusaha mengusulkan kembali dengan argumentasi dan data pendukung yang lebih lengkap.

"Saya yang sering mengirimkan berbagai informasi kepada mereka (Komite Nobel). Jadi, saya akan menominasikan lagi dua organisasi ini pada tahun 2022 ini," pungkas Horta.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya