Berita

Penasihat medis Gedung Putih, Anthony Fauci/Net

Dunia

Fauci Ingatkan Orang AS agar Jangan Berpuas Diri karena Lonjakan Omicron dan Pandemi akan Berlanjut

SENIN, 27 DESEMBER 2021 | 13:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pandemi Covid-19 belum akan selesai setidaknya dalam waktu dekat ini, terutama mengingat semakin berkembangnya penularan varian Omicron di banyak negera.

Penasihat medis Gedung Putih, Anthony Fauci, mengingatkan agar warga AS jangan dulu berpuas diri dan merasa sudah terbebas dari pandemi, di saat laporan justru menunjukkan peningkatan kasus dengan beberapa rumah sakit yang dipenuhi pasien rawat inap Covid-19.

Warga AS juga diimbau untuk tidak gegabah memaknai bahwa varian tersebut tidak berbahaya.


"Setiap hari, (laporan) naik dan turun. Rata-rata laporan di minggu terakhir menunjukkan adanya kasus sekitar 150.000 dan kemungkinan akan jauh lebih tinggi," kata Fauci dalam sebuah wawancara televisi ABC "This Week".

Fauci juga mengungkapkan kekhawatirannya kepada mereka yang tidak divaksinasi.

"Kami sangat khawatir kepada mereka yang berada di kelas yang tidak divaksinasi. Padahal, puluhan juta orang Amerika telah memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksinasi," katanya.

Mereka yang tidak divaksinasi kemungkinan akan rentan terhadap virus Omicron yang dikenal sangat menular.

Menurut Fausi, AS harus "berbuat lebih baik" dalam menyediakan akses ke pengujian Covid.

Berbicara kepada Axios, Fauci mengatakan "dapat dibayangkan bahwa cepat atau lambat semua orang akan terinfeksi, atau segeralah melakukan vaksinsi dan suntikan penguat," katanya.

Suntikan  ketiga dan keempat atau booster juga dibutuhkan untuk semakin memperkuat daya tahan tubuh.

Fauci juga menyambut baik dukungan Donald Trump terhadap vaksin dan booster Covid-19, dengan mengatakan: "Kami akan mengambil apa pun yang bisa kami dapatkan untuk membuat orang divaksinasi."

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya