Berita

Demonstran menuntut pemerintah atas kematian anggota keluarga setelah suntik vaksin/Net

Dunia

Padati Kota Busan, Warga Korsel Tuntut Pemerintah Tanggung Jawab Kematian karena Vaksin Covid-19

SENIN, 27 DESEMBER 2021 | 08:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Warga Korea Selatan yang keluarganya meninggal setelah melakukan vaksinasi Covid-19 berkumpul di Kota Busan pada Minggu (26/12) untuk menuntut pertanggungjawaban pemerintah.

Yonhap News melaporkan, dalam aksinya para pengunjuk rasa berbaris dari Balai Kota Busan ke Universitas Pendidikan Nasional Busan.

Mereka membawa potret besar anggota keluarga mereka yang telah meninggal, dan bersaksi tentang bagaimana orang yang dicintainya meninggal segera setelah disuntik vaksin Covid-19.


Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan di kompleks pemerintahan di Kota Seoul pada Sabtu (25/12). Para pengunjuk rasa meminta pemerintah untuk mengidentifikasi penyebab reaksi yang merugikan dan mengakui bahwa keluarga mereka memang meninggal akibat vaksin yang diterimanya.

Lebih dari 1.000 warga Korea Selatan meninggal tak lama setelah menerima suntikan Covid-19, tetapi pemerintah telah mengkonfirmasi hubungan sebab akibat dengan vaksin hanya dalam beberapa kasus tersebut.

Hanya seminggu setelah peluncuran vaksin Covid-19 pada akhir Februari dan awal Maret lalu, Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea Selatan mengatakan tujuh orang telah meninggal dan 24 telah melaporkan reaksi merugikan yang serius setelah menerima suntikan AstraZeneca.

Pemerintah dilaporkan memulai penyelidikan pada Agustus setelah seorang remaja tanpa masalah kesehatan yang mendasarinya meninggal setelah diinokulasi dengan vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19.

Keamanan vaksin mungkin menjadi isu kontroversial dalam pemilihan presiden Korea Selatan.  

Partai Kekuatan Rakyat oposisi pekan lalu mengadakan dengar pendapat publik tentang efek samping vaksin, mengundang para korban dan anggota keluarga mereka untuk menawarkan saran langkah-langkah dukungan yang dapat diadopsi oleh calon presiden Yoon Seok-yeol.

Kim Jong-in, ketua kampanye partai, dilaporkan menuduh pemerintahan Presiden Moon Jae-in acuh tak acuh terhadap kerusakan vaksin.  

Sementara Pemerintah Korsel telah berjanji untuk memberikan kompensasi kepada korban efek samping vaksin, tetapi juga menjadi wasit apakah cedera dan kematian dikaitkan dengan suntikan.

“Saya pikir orang-orang telah mencapai titik di mana mereka tidak bisa mempercayai pemerintah,” kata Kim.

Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia. Tercatat sudah 83 persen warganya yang divaksin, tingkat tertinggi di antara negara-negara G20.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya