Berita

Temuan SMRC terkait persepsi publik soal kondisi keamanan yang dipandang sudah pulih/Repro

Politik

Saat Ini, Publik Merasa Keamanan Sudah Pulih seperti Sebelum Ada Covid-19

MINGGU, 26 DESEMBER 2021 | 20:51 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kondisi keamanan saat ini dianggap sudah pulih seperti sebelum terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia.

Hal itu merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk "Ekonomi-Politik 2021 dan Harapan 2022: Opini Publik Nasional".

Dalam survei yang melibatkan 2.420 responden ini, mayoritas menyatakan bahwa keadaan keamanan di Indonesia sudah dalam kondisi baik. Di mana, sebanyak 62,6 persen menilai kondisi keamanan baik dan sangat baik.


Angka tersebut jauh lebih besar dari warga yang menilai buruk atau sangat buruk yakni sekitar 12,4 persen. Sedangkan 22,2 persen menilai sedang saja dan 2,7 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

"Penilaian positif warga mengenai kondisi keamanan ini sudah pulih seperti sebelum Covid-19. Dibandingkan dengan temuan survei September 2019, 60,4 persen, temuan survei kali ini relatif sama, yakni 62,6 persen," ujar Direktur Riset SMRC, Deni Irvani dalam keterangannya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (26/12).

Sejak masa Covid-19 kata Deni, responden yang menilai kondisi keamanan baik atau sangat baik sempat menurun menjadi 53,4 persen pada survei Oktober 2020.

Namun, sentimen positif atas kondisi keamanan kembali naik hingga menjadi 62,6 persen pada survei terakhir Desember 2021.

Survei ini juga menemukan bahwa warga sangat optimistis akan kondisi keamanan tahun depan. Warga yang menilai kondisi keamanan setahun ke depan akan baik atau sangat baik sekitar 75 persen.

Sementara yang menilai akan buruk atau sangat buruk sebanyak 4,5 persen. Ada 14,8 persen yang menilai akan sedang saja. Sedangkan yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 5,7 persen.

Survei SMRC ini dilakukan pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung dengan melibatkan 2.420 responden terpilih secara acak atau multistage random sampling dari seluruh populasi Indonesia yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 2.062 atau 85 persen. Sedangkan margin of error dalam survei ini diperkirakan sebesar kurang lebih 2,2 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya