Berita

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha/Net

Politik

Buntut Pidato Giring PSI, Tenggelamkan Partai Nol Koma Nyaring di Medsos

SABTU, 25 DESEMBER 2021 | 09:31 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tagar #TenggelamkanPartaiNolKoma ramai diperbincangkan warganet Twitter pada Jumat (25/12). Tagar tersebut bahkan menjadi trending topic sejak jumat pagi.

Pantauan redaksi di media sosial Twitter, mayoritas warganet yang menggaungkan tagar tersebut mengaitkan dengan pidato Ketua Umum PSI, Giring Ganesha baru-baru ini yang disampaikan di depan Presiden Joko Widodo.

Salah satu yang disorot warganet adalah pernyataan mantan vokalis grup band Nidji yang menyebut masa depan Indonesia suram apabila dipimpin oleh seorang presiden pembohong dan sosok yang intoleran.


Tak dijelaskan secara gamblang sosok yang ia maksud. Giring hanya mengatakan bahwa sosok itu merupakan orang yang pernah dipecat Jokowi dalam pemerintahan.

Merespons pernyataan tersebut, warganet justru menyarankan kepada PSI untuk melakukan aksi nyata agar bisa mendapat simpati rakyat.

"Giring & PSI berhentilah halusinasi berkepanjangan terhadap salah satu pihak, lebih baik perbanyak konsolidasi dan gagasan yang mengundang simpati publik supaya 2024 bisa keluar dari predikat partai gurem untuk bisa lolos ke Senayan. #TenggelamkanPartaiNolKoma," cuit akun Twitter @RikeSants, Sabtu (25/12).

Bahkan ada pula yang mengubah akronim PSI menjadi PNI dengan tetap menggunakan lambang partai yang gagal lolos ke senayan pada Pemilu 2019 tersebut.

"Kata Bro Lurah Istana, Partai Seronok Indonesia akan menjadi partai besar kedepannya. Besar Bohongnya. #TenggelamkanPartaiNolKoma," tulis akun @The_BosGenk dengan menyertakan gambar mirip lambang PSI dengan akronim Partai Nol Koma Indonesia (PNI).

"Mencari popularitas itu tidak dengan cara seperti ini. Rakyat sudah cerdas tidak termakan kampanye negative #TenggelamkanPartaiNolKoma," tulis akun @RikeSants.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya