Berita

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fraksi PAN, Eddy Soeparno/RMOL

Politik

Premium dan Pertalite Dihapus, Pimpinan Komisi VII DPR: Kasih Insentif Biar Tidak Ada Gejolak

JUMAT, 24 DESEMBER 2021 | 13:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Agar tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat, Pimpinan Komisi VII DPR RI berharap rencana penghapusan bakan bakar minyak (BBM) jenis premium dan pertalite dilakukan bertahap.

Begitu disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI fraksi PAN, Eddy Soeparno saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Jumat (24/12).

"Kami pesan kepada Pertamina, jangan sampai menimbulkan gejolak bahwa pengurangan ini harus dilakukan secara bertahap," ujar Eddy Soeparno.


Selain itu, Sekjen DPP PAN ini juga meminta pemerintah untuk memberikan insentif kepada masyarakat seiring penghapusan BBM jenis premium dan pertalite.

Ini antara lain agar masyarakat mulai tergerak beralih ke bahan bakar yang lebih tinggi oktannya, sebagaimana maksud penghapusan jenis premium dan pertalite tersebut.

"Berikan insentif kepada masyarakat, agar masyarakat tergerak untuk menggunakan bahan bakar yang lebih tinggi," kata Eddy Soeparno.

Eddy mengatakan, Komisi VII DPR RI sejak awal sudah membahas mengenai program penghapusan BBM jenis premium dan pertalite. Premium dan pertalite, kata Eddy, khususnya premium memang perlu dilakukan penghapusan secara progresif, namun tidak sekaligus.

Sebab, kata dia, penggunaan bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi memang sebuah keniscayaan karena para produsen mobil sudah mulai menggunakan bahan bakar oktan tinggi.

"Nah, yang harus dilakukan supaya tidak menimbulkan gejolak perubahannya itu, pengurangannya dari pasar harus dilakukan secara bertahap. Sehingga tidak ada masyarakat yang mengeluhkan kehilangan atau kekurangan premium di pasar," tuturnya.

Eddy menyatakan, pihaknya sudah melihat di beberapa tempat baik itu di pulau Jawa maupun Sumatera sudah tidak lagi memiliki premium, dan ternyata tidak ada gejolak.

"Di lain tempat, Pertamina memberikan insentif harga, sehingga selisih harga antara premium dan pertalite itu tidak terlalu jauh," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya