Berita

Habib Bahar bin Smith saat menjadi narasumber channel YouTube Karni Ilyas/Repro

Hukum

Dilaporkan Polisi Karena Dianggap Hina Jenderal Dudung, Begini Penjelasan Bahar Smith

KAMIS, 23 DESEMBER 2021 | 13:49 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dilaporin ke Polisi terkait ceramah yang menyinggung KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, Habib Bahar bin Smith minta video ceramahnya ditonton secara utuh.

Begitu yang disampaikan oleh Habib Bahar saat berbincang dengan wartawan senior, Karni Ilyas yang diunggah di akun YouTube Karni Ilyas Club pada Kamis (23/12). Dalam video ini, Karni Ilyas meminta tanggapan Habib Bahar terkait laporan soal dugaan SARA.

"Saya gak tau, mereka laporin apa, ujaran kebencian? Saya mengujar kebencian kepada siapa? Saya nyuruh umat benci kepada siapa? Emang dalam ceramah saya, ada saya mengutarakan kebencian atau memerintahkan orang membenci siapa, ada? Gak ada," ujar Habib Bahar seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Kamis siang (23/12).


Habib Bahar pun meminta, untuk tidak memotong-motong video ceramahnya, karena berakibat dapat menimbulkan fitnah jika dipotong-potong.

"Putar dong secara utuh, dari awal sampai akhir. Saya bahas maulid, dalil-dalilnya maulid saya bahas semua. Sampai kenapa kok bisa sampai kesitu (bahas soal Dudung), putar," kata Habib Bahar.

Karena kata Habib Bahar, dalam ceramahnya, ia juga menyampaikan kepada jamaahnya untuk mengambil kebaikan dari Dudung.

"Bahkan disitu saya sampaikan kok, kalau ada kebaikan-kebaikan dari Dudung, kita ambil, saya bilang begitu. Contoh, saya dengar langsung, 'kita akan mengambil merekrut santri menjadi TNI', Oh itu bagus. Saya tanya ke jamaah yang hadir itu ratusan ribu sampai di atas genteng-genteng. 'Woy kebijakan ini bagus tidak?' (jamaah jawab) 'bagus'. 'Ambil tidak?' (jamaah jawab) 'ambil'," jelas Habib Bahar.

"Saya ini orangnya tidak akan menghilangkan kebaikan. Sekalipun tidak sejalan. Ada kebaikan ya kita ambil. Terus ada lagi pernah ketika dia baru jadi KSAD. 'kita sebagai TNI harus melayani rakyat, lemah lembut kepada rakyat'. Saya dukung. 'Jamaah gimana yang baik dukung?' (jamaah jawab) 'dukung'," sambung Habib Bahar.

Akan tetapi kata Habib Bahar, pada saat Dudung menyatakan bahwa "Tuhan bukan orang Arab", maka harus dilawan.

"Karena itu kan menyerupakan, mensifatkan Tuhan dengan manusia. Kalau saya mau bahas dalil agama ini, tiga hari gak bakal kelar kita Bang Karni," kata Habib Bahar.

Bahkan, Habib Bahar pun juga menjelaskan terkait pernyataannya agar Dudung mengurusi persoalan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Saya bahas masalah Dudung ngomong 'Tuhan bukan orang Arab', disitu kan saya bilang, 'awas itu bukan ranahnya kamu, kamu ngurus aja OPM'. Saya gak bilang Dudung murtad, tidak. Saya bilang, 'awas hati-hati, jangan sampai karena perkataan kamu, kamu jatuh, kau jatuh ke dalam kemurtadan'," terang Habib Bahar.

Dari perkataan Dudung tersebut, Habib Bahar mempersoalkan dua kata, yakni "Tuhan" dan "Arab". Karena dari kedua kata tersebut, dianggap menyamakan atau mensifatkan Allah SWT mempunyai etnis, bangsa atau apapun.

"Terus tadi 'orang', berarti Allah itu sama dengan orang. Orang itu apa sih, yakni namanya orang itu melihat dengan alat mata, mendengar dengan alat telinga, berbicara dengan alat lidah, menyentuh, memegang dengan alat tangan, berjalan dengan alat kaki, merasa dengan alat hati. Itu orang. Nah kalau Dudung mengatakan 'Tuhan itu bukan orang' selesai, dia gak salah kalau dia bilang 'Tuhan itu bukan orang'. Tapi dia bilang, tuhan itu bukan orang arab. nah disitu. Jadi banyak orang ini gak tau otaknya pada bagaimana ini yang bela pernyataan seperti itu," pungkas Habib Bahar.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya