Ketua Prodi Fakultas Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Tatok Sudiarto/Net
Ketua Prodi Fakultas Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Tatok Sudiarto/Net
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Prodi Fakultas Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Tatok Sudiarto menyampaikan, adanya perseteruan tersebut lantaran perspektif China mengenai hukum kelautan yang berlaku berbeda.
"Ada perbedaan perspektif jika masuk pada pembahasan soal Natuna. China tidak mengakui UNCLOS 82 tetapi hanya mengakui garis 9 dashline, membuat China harus bersengketa dengan negara-negara yang berbatasan dengan laut Natuna Utara," ucap Tatok dalam acara diskusi virtual bertemakan Evaluasi Kebijakan Luar Negeri dan Diplomasi RI, Selasa malam (21/12).
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11
Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11
Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11