Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

PBB Gelontorkan Rp 85 Miliar ke Kantong Taliban Demi Jaminan Keselamatan 3.500 Personelnya

RABU, 22 DESEMBER 2021 | 23:07 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dilaporkan telah mengajukan proposal dana hampir 6 juta dolar AS atau setara dengan Rp 85 miliar kepada Taliban untuk jaminan keamanan fasilitas organisasi tersebut di Afghanistan.

Hal itu diungkap dalam laporan Reuters pada Rabu (22/12), dengan merujuk pada dokumen PBB dan sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Dijelaskan, dana tersebut akan diberikan PBB kepada Kementerian Dalam Negeri Afghanistan yang saat ini dikelola oleh Taliban. Kementerian tersebut dipimpin oleh Sirajuddin Haqqani yang merupakan orang paling dicari oleh FBI.


Dana sendiri diusulkan akan dibayarkan pada tahun depan. Sebagian besar dana ditujukan untuk subsidi upah bulanan para pejuang Taliban yang menjaga fasilitas PBB. Selain itu, dana akan digunakan untuk tunjangan makanan bulanan mereka.

Pemberian jaminan keamanan itu dikatakan sesuai dengan kesepakatan antara pemerintahan Ashraf Ghani yang digulingkan pada pertengahan Agustus lalu.

"PBB memiliki tugas sebagai pemberi kerja untuk memperkuat, dan jika perlu, menambah kapasitas negara tuan rumah dalam keadaan di mana personel PBB bekerja di daerah yang tidak aman," kata wakil jurubicara PBB Farhan Haq menanggapi laporan tersebut.

Sementara itu, beberapa ahli menyoroti kemungkinan pelanggaran sanksi yang diberlakukan oleh AS dan PBB terhadap Taliban dan para pemimpin mereka. Sejumlah ahli juga mengaku khawatir jika dana tersebut dialihkan untuk tujuan lain.

"Apa yang terjadi adalah tidak ada pengawasan yang tepat," ucap seorang sumber.

Hingga saat ini, PBB memiliki 3.500 personel dan 10 kantor di Kabul. Meningkatnya ketegangan di Afghanistan membuat keselamatan mereka cukup terancam.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya