Berita

Ketua Umum Forum Satu Bangsa, Hery Haryanto Azumi/Net

Politik

Periode Transisi, NU Berhasil Berkelit dari Jebakan Formalisme Politik

RABU, 22 DESEMBER 2021 | 14:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Muktamar NU Ke-34 menjadi momentum strategis bagi NU untuk melakukan perbaikan organisasi, bangsa, dan dunia.

Pengabdian NU selama hampir satu abad telah berhasil membentuk karakter bangsa dan turut menjadi penentu bentuk negara pluralistik yang diterima semua elemen bangsa.

"NU telah berhasil mengusung politik kebangsaan di atas politik keagamaan tanpa harus kehilangan identitas keislaman yang menjadi spirit dan inspirasinya," kata Ketua Umum Forum Satu Bangsa, Hery Haryanto Azumi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (22/12).


Menurutnya, kepeloporan NU untuk memenangkan politik kebangsaan ini telah membangkitkan kepercayaan tentang kemungkinan menjadikan agama sebagai inspirasi bagi bangunan politik demokratis tanpa terjebak sekularisme.

NU, kata dia, juga telah berhasil membentuk satu karakteristik pemikiran keagamaan dan praktik kebudayaan yang khas dan menjiwai kebudayaan nasional.

"NU berhasil berkelit dari jebakan formalisme politik dan sekularisme demokratis yang gagal dihindari oleh banyak negara dengan populasi muslim yang mayoritas atau signifikan", tutur Hery.

Dengan landasan politik substantif, mantan Ketum PMII ini menilai NU dapat mendorong bangsa Indonesia untuk menyusuri track masa depan yang relatif bebas dari konflik ideologis.

"Tantangan terbesar NU di periode transisi ini adalah memastikan bahwa legacy tersebut dapat diselamatkan dan dilanjutkan pada periode 100 tahun kedua NU," tegasnya.

Saat ini, dalam pandangan Hery, NU memerlukan figur yang dapat menghantarkan jemaah dan jam'iyyah NU melalui masa transisi ini dengan selamat dan mampu beradaptasi dengan arus baru perubahan dunia.

"Sangat berbahaya jika NU salah strategi dan langkah dalam menjaga basis tradisi nasional, tidak hanya bagi NU tetapi juga bagi Bangsa Indonesia", tandas mantan Wasekjen PBNU ini.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya