Berita

Ketum PBNU Said Aqil Siroj saat pidato pembukaan Muktamar 34 NU di Ponpes Darussa'adah, Gunungsugih, Lampung Tengah/RMOL

Politik

MUKTAMAR NU

Said Aqil Siroj: Bagi NU, Menjaga NKRI adalah Amanah

RABU, 22 DESEMBER 2021 | 13:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Nasionalisme dan agama tidak boleh dipertentangkan. Sebaliknya, kedua hal tersebut harus saling menguatkan.

Demikian dikatakan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam pidato pembukaan Muktamar ke-34 NU di Ponpres Darussa'adah, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Rabu (22/12).

Said Aqil yang pernah tinggal di Arab mengaku, ulama yang nasionalis maupun kaum nasionalis sekaligus ulama jarang ditemukan di Timur Tengah.


Hal itu membuat nasionalisme dan agama seringkali bertentangan dan menciptakan konflik-konflik sektarian.

"Apa yang kita saksikan di Palestina, Myanmar, Rohingya, Israel, Somalia, Suriah, Yaman, hingga Afghanistan adalah rangkaian ketidaktuntasan menjawab tantangan zaman," ujarnya di hadapan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin yang turut menghadiri kegiatan tersebut.

Mengutip Hadratussyaikh Kyai Hasyim Asy’ari, ia melanjutkan, nasionalisme dan agama adalah dua kutub yang saling menguatkan.

Meski begitu, Said Aqil mengakui, ujian atas sikap tawasuth, ujian memoderasi polarisasi dua kutub ekstrim, juga dialami oleh NU sejak awal didirikan.

"Mereka yang tidak paham sikap tegas NU atas HTI maupun FPI barangkali memang belum mengerti betapa berat amanah memoderasi kutub-kutub ekstrem di negeri ini," ucapnya.

"Bagi NU dan Pesantren, menjaga NKRI adalah amanah, karena hanya dengan bersetia kepada konstitusi, tatanan bersama dapat terselenggara," pungkasnya.

Muktamar ke-34 NU digelar di Lampung pada 22-23 Desember. Lokasi Muktamar berfokus di empat tempat, yaitu Ponpres Darussa'adah di Lampung Tengah, UIN Raden Intan Bandar Lampung, Universitas Lampung di Bandar Lampung, serta Universitas Malahayati di Bandar Lampung.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya