Berita

Presiden Joko Widodo saat memberikan pidato di Muktamar ke-34 NU di Lampung/RMOL

Politik

Menuju Kecanggihan Metaverse, Jokowi Ingin NU Kawal Peradaban Dunia

RABU, 22 DESEMBER 2021 | 12:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Saat ini dunia dihadapkan pada perkembangan teknologi yang semakin canggih. Termasuk dimulainya Metaverse, sebuah ekosistem digital di mana semua hal dapat dilakukan secara virtual.

Seperti pisau bermata dua, perkembangan teknologi ini dikhawatirkan melahirkan berbagai persoalan. Khususnya dalam peradaban manusia.

Itulah yang digarisbawahi oleh Presiden Joko Widodo ketika memberikan pidato dalam pembukaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpres Darussa'adah, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Rabu (22/12).


Dalam pidatonya, Jokowi mengisahkan pengalamannya bertemu dengan pendiri Facebook yang saat ini berubah menjadi Meta, Mark Zuckerberg, sekitar lima tahun lalu.

Ketika itu, Jokowi menuturkan, ia diajak bermain pingpong tanpa bola, hanya menggunakan kacamata VR (virtual reality).

"Dia (Zuckerberg) membisikkan kepada saya 'Pak Jokowi, ini baru awal, nanti akan virtual, akan muncul namanya metaverse'. Restoran virtual, kantor virtual, wisata virtual, mal virtual'. Hati-hati menyikapi ini," tekan presiden.

Bahkan Jokowi menyebut, dakwah dan pengajian pun akan dilakukan secara vitual. Bukan semata video conference seperti yang dilakukan saat ini.

"Metaverse akan mengubah (dunia). Saya tidak tahu apakah karena pandemi ini dipercepat bisa 5-10 tahun mendatang, tapi pasti akan datang," ujar Jokowi.

Jokowi menekankan bahwa NU memiliki peran penting dalam perubahan dunia digital ini. Terlebih dalam Muktamar kali ini organisasi Islam terbesar itu mengambil tema "Satu Abad NU: Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia".

"Hati-hati, memang peradaban itu harus kita pengaruhi agar maslahat bagi umat manusia di seluruh dunia, khususnya di negara kita, Indonesia," tuturnya.

Untuk itu, Jokowi menambahkan, semua harus sudah siap, NU harus mengawal peradaban dunia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya