Berita

Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Taufik Rendusara/Net

Politik

Balas Sindiran Dasco, Taufik Rendusara: Prabowo Dapat Pangkat Jabatan Dikarbit Enggak?

SELASA, 21 DESEMBER 2021 | 07:28 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Suhu di antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat tengah memanas, menyusul sindiran yang dilontarkan Sufmi Dasco Ahmad soal oligarki di internal partai. Ketua Harian Partai Gerindra itu menegaskan partainya tidak mengenal oligarki atau melanggengkan kekuasaan oleh orang tertentu saja.

Bahkan secara khusus Dasco menyindir partai lain yang bapaknya mendirikan partai dan ketua umum, anaknya bisa jadi pucuk pimpinan dengan cepat.

Sindiran ini kontan mendapat balasan dari Partai Demokrat yang jadi sasaran sindiran Dasco dengan disebut sebagai "partai lain".


Politikus Demokrat, Taufik Rendusara, membalas sindiran Dasco dengan menyentil Ketum Gerindra, Prabowo Subianto. Melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (21/12), Taufik membeberkan masa lalu Prabowo.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, Ketum Gerindra itu anak begawan ekonomi dan mantu Presiden ke-2 RI sejak tahun 1983 yang berkuasa selama 32 tahun. Bisa dapat pangkat berbintang dan jabatan dikarbit gak?" tulis Taufik yang dikutip Redaksi (21/12).

Tak hanya itu, Taufik pun kembali menyentil Gerindra yang sejak berdiri pada 2008 hanya pernah dipimpin oleh dua orang saja.

"Partai politik sejatinya adalah perkakas rakyat. Tugas pokok partai politik adalah kaderisasi, agregasi, dan artikulasi. Selama ini tak dimiliki, partai hanya berisi pemuja oligarki yang antidemokrasi," paparnya.

"Ketum Gerindra sejak berdiri sudah berapa kali diganti?" sambung Taufik.

Dalam Penutupan Kongres Tunas Indonesia Raya (Tidar) di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu kemarin (19/12), Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengklaim tak melanggengkan adanya oligarki di internal partainya.

"Tadi sudah disampaikan bahwa regenerasi itu penting. Di Gerindra itu tidak mengenal adanya oligarki kekuasaan. Bahkan terhadap anak pendiri Gerindra pun itu tidak ada keistimewaan," ujar Dasco.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya