Berita

Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly/Net

Dunia

Menhan Florence Parly: Prancis Tak Tertarik Kembali Terlibat Perang Dingin dengan Rusia

SENIN, 20 DESEMBER 2021 | 08:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketegangan antara negara-negara Barat dan Rusia saat ini seakan mengingatkan kembali skenario Perang Dingin dengan Uni Soviet.

Kendati begitu, Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly menegaskan pihaknya tidak ingin Perang Dingin dengan Rusia terulang kembali.

"Kami tidak ingin kembali ke Perang Dingin," tegas Parly ketika ditanya oleh majalah Le Journal du Dimanche pada Sabtu (18/12).


Untuk mencegah Perang Dingin, Parly menambahkan kedua belah pihak harus tetap tenang.

Tetepi di sisi lain, ia menekankan, negara-negara Barat tidak segan untuk mengisolasi Rusia jika ketegangan di perbatasan Ukraina meningkat. Dalam hal ini, isolasi yang dimaksud Parly merupakan sanksi yang diperketat.

Parly juga mencatat bahwa Paris mendukung mempertahankan dialog dengan Moskow, yang diprakarsai oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 2019.

"Selain itu, sebagai bagian dari pertemuan antara menteri luar negeri dan pertahanan Rusia dan Prancis bulan lalu di Paris, kami menggunakan ungkapan 'konsekuensi skala besar dan strategis.' Kami memiliki dialog yang terbuka dan tulus dengan Rusia, karena kami harus dapat menyampaikan hal-hal secara langsung satu sama lain," jelasnya.

Baik Ukraina dan beberapa negara Barat baru-baru ini berbicara tentang dugaan penempatan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina dan menuduh Moskow melakukan tindakan agresif.

Rusia membantah semua tuduhan dan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menyerang negara mana pun. Tuduhan tersebut dipandang oleh Moskow sebagai dalih untuk mengirim lebih banyak peralatan militer NATO ke perbatasan Rusia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya