Berita

AS gagal melakukan uji coba program senjata hipersonik ARRW/Net

Dunia

Ketiga Kalinya Berturut-turut, AS Gagal Uji Coba Rudal Hipersonik

MINGGU, 19 DESEMBER 2021 | 08:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) dilaporkan kembali gagal melakukan uji coba prototipe rudal hipersonik. Ini adalah kegagalan ketiga berturut-turut yang dialami AS untuk program senjata hipersonik Air-Launched Rapid Response Weapon (ARRW).

Dikutip dari laporan RT, Angkatan Udara AS menguji coba prototipe tersebut pada Rabu (15/12). Ketika itu, amunisi gagal terlepas dari pesawat pengangkutnya, namun kembali dengan selamat ke darat.

“Pada 15 Desember 2021, Departemen Angkatan Udara mencoba penerbangan uji pendorong AGM-183A ARRW dari B-52 Stratofortress,” ujar Brigjen TNI Angkatan Udara Heath Collins.


Rudal akan dibawa kembali ke pabrik untuk dianalisis. Sementara militer mengatakan akan berusaha untuk melanjutkan uji coba secepat mungkin.

ARRW adalah salah satu program AS untuk mengembangkan persenjataan hipersonik, dengan harapan Pentagon akan mengalahkan Rusia dan China.

Tujuan dari program ini untuk mencapai kemampuan operasional awal dengan rudal pada September 2022, namun kemajuan pengujian yang mengecewakan mungkin mendorong tujuan itu lebih jauh ke masa depan.

Uji coba baru rudal AGM-183A yang gagal adalah kegagalan ketiga untuk program senjata hipersonik AS tahun ini. Dua tes sebelumnya, yang dilakukan pada bulan April dan Juli juga tidak berhasil.

Tes bulan April tampaknya mirip dengan kegagalan baru, dengan rudal gagal terpisah dari pesawat pengangkut. Selama uji coba kedua pada bulan Juli, rudal terlepas dari pesawat namun mesinnya gagal menyala, dengan proyektil jatuh ke malapetaka.

Kegagalan itu digambarkan sebagai 'keberhasilan parsial' oleh militer AS saat itu, karena tim penguji dapat mengumpulkan beberapa data yang terkait dengan prosedur peluncuran rudal.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya