Berita

Belanda mengumumkan penguncian nasional akibat lonjakan kasus Covid-19 yang disebabkan varian Omicron/Net

Dunia

Hindari Gelombang Kelima Akibat Omicron, Belanda Lockdown Hingga Tahun Depan

MINGGU, 19 DESEMBER 2021 | 07:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pihak berwenang Belanda memutuskan langkah tegas untuk mengendalikan lonjakan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian baru Omicron.

Pada Sabtu (18/12), Perdana Menteri Mark Rutte mengumumkan penguncian nasional menjelang Natal dan Tahun Baru.

Dimuat Associated Press, restoran, bar, dan toko tidak penting akan ditutup mulai Minggu (19/12) hingga 14 Januari. Sementara sekolah akan ditutup hingga 9 Januari.


Selama Natal dan Tahun Baru, setiap rumah tangga di Belanda hanya akan diizinkan menerima empat pengunjung. Sedangkan hanya dua pengunjung yang diizinkan pada semua hari lain selama lockdown.

“Saya bisa mendengar seluruh orang Belanda menghela nafas. Semua ini, tepat satu minggu sebelum Natal. Natal lain yang sama sekali berbeda dari yang kita inginkan. Berita yang sangat buruk lagi untuk semua bisnis dan institusi budaya yang bergantung pada hari libur," ucap Rutte.

Kendati begitu, Rutte mengatakan, langkah tersebut tidak dapat dihindari karena kemunculan Omicron dapat memicu gelombang kelima Covid-19.

Selain Belanda, beberapa negara Eropa lain, termasuk Inggris dan Prancis, telah memperketat aturan pembatasan sosial dan wajib pakai masker, serta membatalkan beberapa acara.

Sejauh ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Omicron telah diidentifikasi di 89 negara di enam wilayah dunia.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya