Berita

Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

China Ditengarai Sedang Gandakan Kekuatan Nuklir, AS Ajak Dialog Kontrol Senjata

JUMAT, 17 DESEMBER 2021 | 17:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) berharap dapat melakukan pembicaraan kontrol senjata dengan China, demi mencegah Beijing memperluas persenjataan nuklirnya dan armada kapal selam bertenaga nuklirnya.

Seorang pejabat senior di Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (16/12) mengatakan Presiden Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping tampaknya setuju terkait urgensi untuk melakukan dialog semacam itu.

Bulan lalu, Biden dan Xi menggelar pertemuan virtual dengan membahas kemungkinan dialog kontrol senjata.


"Jadi saya optimis bahwa ini akan segera dimulai, tetapi saya tidak dapat memberi tahu Anda kapan atau pada tingkat apa," ujar pejabat tersebut, seperti dikutip Reuters.

Pejabat itu mengatakan, pembicaraan kontrol senjata menjadi sangat penting dengan laporan China tengah menggandakan senjata nuklirnya, ketika AS dan Rusia justru melakukan hal sebaliknya.

"Kami percaya bahwa persenjataan nuklir China dapat berlipat ganda dalam beberapa tahun ke depan," ucapnya.

Washington telah berulang kali mendesak China untuk bergabung dengannya dan Rusia dalam perjanjian pengendalian senjata baru atau New START.

Namun Beijing menolak untuk bergabung dengan mengatakan persenjataannya jauh lebih kecil daripada AS dan Rusia. Beijing kemudian memberikan persyaratan agar AS mengurangi persediaan nuklirnya ke tingkat yang mereka miliki sebelum melakukan kontrol senjata.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya