Berita

Jet tempur Rafale/Net

Dunia

Prancis Siap Sediakan Jet Tempur Rafale Tambahan Jika India Minta

JUMAT, 17 DESEMBER 2021 | 15:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Prancis menyatakan kesiapan dalam menyediakan tambahan jet tempur Rafale untuk India jika diperlukan. Paris juga akan terus berupaya menyediakan pemintaan kebutuhan India.

Begitu yang dikatakan oleh Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly pada diskusi di lembaga think-tank dalam kunjungannya ke India pada Jumat (17/12).

Selama lawatannya, Parly melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan India Rajnath Singh.


Dikutip PTI, Prancis telah mengirim 33 jet Rafale ke India sesuai jadwal, terlepas dari adanya pandemi Covid-19. Pengiriman tersebut berdasarkan perjanjian yang ditandatangani oleh Prancis dan India pada September 2016 untuk pengadaan 36 jet tempur seharga 59 ribu Rupee.

"Saya sangat senang Angkatan Udara India puas dengan Rafale, dan kami sangat bangga meskipun Covid, 36 jet akan dikirimkan tepat waktu sesuai kontrak. Ini pencapaian yang nyata," ujarnya.

"Saya yakin ada ruang untuk pengembangan baru. Kami siap menjawab setiap kebutuhan tambahan permintaan yang bisa dibuat oleh India," tambahnya.

Merujuk pada rencana pembangunan kapal induk keduanya, Parly mengindikasikan bahwa Prancis tertarik untuk memasok jet berbasis kapal induk.

"Kami tahu bahwa jet berbasis kapal induk akan segera dibutuhkan. Kami terbuka dan siap untuk menyediakan Rafale lain jika ini adalah keputusan India," ucap Parly.

India tenagh mengembangkan kapal induk buatan dalam negeri perdananya yang dinamakan Vikrant. Kapal tersebut dijadwalkan rampung dan dikerahkan ke Angkatan Laut India pada Agustus tahun depan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya