Berita

Bos Evergrande Hui Ka Yan/Net

Dunia

Perusahaan Gagal Bayar Utang, Bos Evergrande Kehilangan Rp 661 Triliun

JUMAT, 17 DESEMBER 2021 | 12:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Salah satu pendiri raksasa properti China Evergrande Group, Hui Ka Yan menghadapi mimpi buruk. Kekayaannya dilaporkan anjlok hingga 46 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 661 triliun hanya dalam setahun.

Hal itu terlihat dari Bloomberg Billionaires Index yang dirilis pada Jumat (17/12), dengan memberikan peringkat untuk 500 orang terkaya di dunia.

Data menunjukkan, kekayaan Hui Ka Yan telah jatuh sebesar 17,2 miliar dolar AS, atau 46 miliar dolar AS untuk gabungan tahun itu. Itu merupakan salah satu penurunan kekayaan terbesar untuk tahun 2021.


Sektor properti di China tengah mengalami tekanan hebat akibat aturan ketat yang diberlakukan pemerintah China terhadap perusahaan pengembang.

Dalam hal ini, pemerintahan Presiden Xi Jinping berusaha mengendalikan biaya pinjaman pengembang, membatasi utang yang berpengaruh pada arus kas, aset, dan tingkat modal perusahaan.

Akibatnya, banyak perusahaan, termasuk Evergrande mulai menawarkan properti dengan harga murah demi memastikan uang masuk dan bisnis tetap berjalan.

Namun tahun ini Evergrande kesulitan membayar bunga. Hal itu membuat harga sahamnya anjlok, obligasinya turun hingga 80 persen pada tahun ini.

Banyak hal telah dilakukan oleh perusahaan, termasuk upaya Hui Ka Yan yang menjual aset pribadinya demi menyelamatkan Evergrande.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya