Berita

Lambang PKS/Net

Nusantara

PKS Cari Sosok Ideal Wakil Walikota Bandung yang Cocok dengan Yana Maulana

JUMAT, 17 DESEMBER 2021 | 09:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tengah mencari sosok yang tepat untuk diajukan sebagai calon wakil walikota Bandung. Hal ini seiring dengan meninggalnya Walikota Bandung Oded M. Danial wafat pada Jumat kemarin (10/12).

Duet Oded-Yana pada Pilwalkot 2018 lalu diusung oleh PKS dan Gerindra. Oded kader PKS dan Yana kader Gerindra.

Pasangan Oded-Yana memenangkan Pilwalkot dengan mengalahkan pasangan Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat dan Yossi Irianto-Aries Supriatna.


Kini Yana telah ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Bandung dan tahap-tahap pengangkatan menjadi Walikota Bandung definitif tengah berlangsung.

Sosok pengisi wakil walikota Bandung ketika nanti Yana menjabat Wali Kota Bandung definitif masih menjadi teka-teki. Namun satu yang pasti, slot tersebut akan diisi oleh kader PKS.

“Mereka (Gerindra) bilang PKS yang merumuskan, jadi perumusan dilakukan oleh PKS, bisa jadi calonnya murni dari PKS," kata Ketua DPD PKS Kota Bandung, Khairullah seperti diberitakan Kantor Berita RMOL Jabar, Jumat (17/12).

Khairullah menuturkan, sosok yang akan disodorkan untuk mengisi slot Wakil Walikota Bandung akan melalui berbagai pertimbangan. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa sosok tersebut memiliki kesesuain dan kecocokan dengan Yana Mulyana.

Bahkan, lanjut Khairullah, tidak menutup kemungkinan PKS juga akan meminta masukan tentang kriteria dari sosok yang akan mendampinginya sebagai wakil walikota Bandung.

"Kita juga harus mendengar saran dari Plt Walikota seperti apa inginnya, seperti apa kriterianya, Kalau enggak cocok, kasihan nanti dalam perjalannya memimpin Bandung. Makanya, syarat pertama ada chemistri antara walikota dan wakilnya seperti Mang Oded dan Kang Yana chemistri sudah terbentuk sejak awal dan terbukti dalam perjalanan kepemimpinan selalu bersama sama dan tidak jalan masing-masing, kekompakan terpelihara," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya