Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati/Net

Politik

Mitigasi Dini Hingga Tindakan Medis Hadapi Omicron Harus Dipersiapkan dengan Baik

JUMAT, 17 DESEMBER 2021 | 09:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Testing dan tracing sudah harus digencarkan kembali seiring masuknya varian Omicron ke Indonesia. Selain itu, juga harus disediakan karantina terpusat bagi yang terkonfirmasi positif dan kesiapan fasilitas kesehatan harus matang.

Begitu tegas anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati yang tidak ingin Indonesia kembali kecolongan seperti saat varian Delta merebak.

"Intinya massifkan lagi 3T (testing, tracing, treatment) sebagai respons awal. Krisis faskes saat varian Delta kemarin sudah harus jadi alarm," tegasnya kepada wartawan, Jumat (17/12).


Menurut Mufida, tindakan medis dalam penanganan varian Omicron harus tetap dipersiapkan dengan baik. Mitigasi dini mulai harus dilakukan karena momentumnya bersamaan dengan libur Nataru.

Selain itu, politikus PKS ini meminta percepatan vaksinasi sudah mulai harus digandakan hingga menjelang akhir tahun. Masuknya omicron bisa menjadi trigger bagi percepatan vaksinasi ini hingga mencapai 70 persen populasi sudah vaksinasi lengkap dua dosis.

Mufida kembali mengingatkan agar pertimbangan sains dan kesehatan menjadi pertimbangan utama dalam merespons masuknya varian Omicron ke Indonesia. Juga, konsistensi kebijakan yang tidak membingungkan masyarakat. Apalagi soal varian omicron ini juga menjadi kekhawatiran tersendiri di publik.

"Apapun respons pemerintah dalam bentuk kebijakan untuk menghadapi Omicron harus mengutamakan kesehatan dan berbasis sains. Ini krisis kesehatan sehingga pertimbangan kesehatan yang harus jadi pertimbangan utama," pungkasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya