Berita

AS menggelontorkan tambahan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan/Net

Dunia

AS Gelontorkan Tambahan Bantuan 474 Juta Dolar dan Satu Juta Dosis Vaksin ke Afghanistan

JUMAT, 17 DESEMBER 2021 | 08:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai menyambut baik pengumuman Amerika Serikat (AS) yang akan memberikan bantuan kemanusiaan, termasuk vaksin Covid-19 ke negara tersebut.

Baru-baru ini, perwakilan khusus AS untuk Afghanistan, Thomas West, mengatakan negaranya akan menggelontorkan 474 juta dolar AS sebagai tambahan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan pada tahun ini.

Selain itu, AS juga memberikan tambahan satu juta dosis vaksin Covid-19 yang akan dikirim melalui fasilitas COVAX. Dengan begitu, total bantuan vaksin yang dikirim AS ke Afghanistan menjadi 4,3 juta dosis.


Di Twitter pada Kamis (16/12), Karzai menyambut pengumuman tersebut dengan harapan bantuan akan membantu rakyat Afghanistan melanjutkan hidup di tengah krisis.

Di sisi lain, AS sendiri masih membekukan lebih dari 9,5 miliar dolar AS aset yang dimiliki Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kendali pemerintahan.

Situasi di Afghanistan semakin sulit setelah pertengahan Agustus, ketika pemerintahan Ashraf Ghani kabur dan digantikan oleh Taliban seiring dengan keputusan AS meninggalkan negara tersebut.

Menurut Program Pangan Dunia (WFP), 22,8 juta atau lebih dari setengah populasi Afghanistan menghadapi kerawanan pangan yang akut.

Sebelum perebutan kekuasaan oleh Taliban pada pertengahan Agustus lalu, Afghanistan sudah dilanda krisis pangan yang diperburuk oleh perubahan iklim.

Setelah Taliban mengambil alih kekuasaan, banyak negara dan organisasi internasional yang membekukan bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya