Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Rilis Daftar Hitam untuk Perusahaan China yang Dikaitkan dengan Pelanggaran HAM

JUMAT, 17 DESEMBER 2021 | 06:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  AS kembali meluncurkan sanksi kepada beberapa perusahaan China sebagai bagian dari hukuman atas pelanggaran hak asasi manusia.

Departemen Perdagangan AS dalam pernyataannya pada Kamis (16/12) mengumumkan bahwa mereka menerapkan pembatasan ekspor kepada perusahaan China yang diduga menggunakan bioteknologi dan dikaitkan dengan tindakan kekerasan.

Langkah ini mengikuti larangan investasi AS yang ditempatkan minggu lalu pada perusahaan pengenalan wajah China SenseTime.  


Selain China, Departemen Perdagangan juga mengambil tindakan terhadap entitas dari Georgia, Malaysia, dan Turki karena diduga "mengalihkan atau mencoba mengalihkan barang-barang AS ke program militer Iran".

Departemen Perdagangan juga menambahkan Akademi Ilmu Kedokteran Militer China dan 11 lembaga penelitiannya ke dalam daftar perusahaan yang dikenakan sanksi terkait peran mereka dalam dugaan penindasan etnis Uighur.  Termasuk juga pembuat drone terkemuka DJI.

Akhir November lalu, Departemen Perdagangan AS telah menambah 12 perusahaan China ke daftar hitam perdagangan. Perusahaan-perusahaan tersebut dianggap mendukung modernisasi tentara China. Perusahaan itu antara lain, Huawei Marine, Jiangsu Hengtong Marine Cable Systems, dan Zhongtian Technology Submarine Cable.

Pakar PBB dan kelompok hak asasi memperkirakan lebih dari satu juta orang, terutama Uighur dan anggota minoritas Muslim lainnya, telah ditahan dalam beberapa tahun terakhir di sistem kamp yang luas di wilayah barat jauh China, Xinjiang.

Namun, sampai saat ini China menyangkal adanya pelanggaran HAM di Xinjiang.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Prabowo Tetap Hadiri Peluncuran Buku Bahlil Meski Sedang Flu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:26

KPK Panggil Pengelola Wisma Atlet Buntut Kasus Korupsi Bea Cukai

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:23

Sudaryono Diyakini Mampu Benahi Tata Kelola Program MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:20

Jangan Cepat Puas, Pengangguran Turun tapi Kualitas Pekerjaan Masih jadi PR

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:14

KPK Panggil Petinggi PAN Rejang Lebong di Pengembangan Kasus Bengkulu

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:04

Belum Ada Rencana Reshuffle, Istana Utamakan Isi Jabatan yang Kosong

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:54

BPK: Opini WTP Bukan Tujuan Akhir, Tata Kelola Harus Terus Diperkuat

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:42

Spoiler One Piece Chapter 1190: Duel Gaban vs Imu Memanas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:22

Istana Benarkan Destry Damayanti Masuk Bursa Gubernur BI

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:17

Daftar Harga Pertamax Terbaru di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia

Jumat, 07 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya